200 Mainan Tradisional Sunda Terancam Punah

Written By Unknown on Monday, October 22, 2012 | 2:12 PM


KUNINGAN, KOMPAS - Sekitar 200 mainan tradisional khas Sunda terancam punah jika tidak ada upaya pelestarian yang serius dari pemerintah setempat serta masyarakat. Pada Sabtu (20/10/2012) hingga Minggu ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar perlombaan dan festival mainan tradisional di Open Space Gallery, Kabupaten Kuningan.


Sebanyak 105 peserta dari 21 kota dan kabupaten di Jabar ikut serta dalam kegiatan tersebut. Lima daerah lainnya absen pada penyelenggaraan kali ini, yaitu Kota Tasikmalaya dan Sukabumi, serta Kabupaten Cirebon, Sumedang, dan Depok.


Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Agus Saputra, Sabtu, mengatakan, perlombaan mainan tradisional tingkat Jabar itu merupakan kali keempat dilaksanakan. Kegiatan itu pertama kali diadakan tahun 2009, dan terus menjadi agenda rutin tahunan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar.


Perlombaan itu melibatkan 10 permainan tradisional yang paling populer, yakni egrang, kelom batok, rorodaan, engkle/sondah, sorodot gaplok, perepet jengkol, gatrik, gasing, bedil jepret, dan sumpit. Permainan itu dilakukan berurutan dengan adu kecepatan di antara dua tim dari daerah yang berbeda. Masing-masing tim terdiri atas lima anak yang bekerja sama memainkan kesepuluh mainan itu. Tim yang tercepat menyelesaikan urutan permainan itu adalah pemenangnya.


Anak-anak dari berbagai daerah tampak amat bersemangat dan menikmati perlombaan mainan tradisional tersebut. Sebagian besar mainan itu terbuat dari bambu, kayu, dan sebagian lain dari batok kelapa, dan batu. Kerja sama tim, keuletan, serta keterampilan menjadi syarat utama keberhasilan mereka memainkan permainan tradisional itu.


”Kami latihan tiga minggu untuk sorodot gaplok (permainan membidik batu dengan batu lain yang diletakkan di telapak kaki) saja. Yang susah lagi ialah gasing karena menjaga gasing tetap berputar saat diangkat dari tanah itu tidak mudah,” kata Fadly Pangestu Anwar (11), siswa kelas VI SD Mukti Jaya 02 Kabupaten Bekasi. Pada perlombaan Sabtu itu, tim dari Kabupaten Bekasi mengalahkan tim dari Kabupaten Karawang dan Kota Cimahi.


Jarang dimainkan


Selain 10 permainan itu, sekitar 190 permainan tradisional lain kian jarang ditemui dan dimainkan oleh anak-anak di wilayah Jabar. Maraknya permainan modern seperti games dengan komputer, menurut Agus Saputra, ikut menciutkan kegemaran anak-anak Sunda terhadap mainan tradisional.


Padahal, mainan tradisional itu dinilai lebih merangsang kreativitas dan kerja sama tim, sebab untuk membuatnya diperlukan keterampilan individu dan kelompok sejak dari mengumpulkan bahan-bahannya dari alam hingga pembuatannya. Permainan tradisional juga mengutamakan sportivitas dan kompetisi yang adil antaranak.


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Tedi Suminar mengatakan, permainan tradisional akan didorong masuk ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah di Kuningan. Kebijakan itu didahului dengan pengenalan jenis permainan tradisional kepada anak-anak sekolah.


”Tahun 2013 pemkab akan menganggarkan dana khusus bagi kegiatan rutin perlombaan dan festival mainan anak-anak tradisional,” ujarnya. (REK)












Anda sedang membaca artikel tentang

200 Mainan Tradisional Sunda Terancam Punah

Dengan url

http://mobile-sulition.blogspot.com/2012/10/200-mainan-tradisional-sunda-terancam.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

200 Mainan Tradisional Sunda Terancam Punah

namun jangan lupa untuk meletakkan link

200 Mainan Tradisional Sunda Terancam Punah

sebagai sumbernya

0 komentar:

Post a Comment

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger