Demokrat: Kami Tak Menyerang Siapa Pun

Written By Unknown on Wednesday, January 9, 2013 | 2:43 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Demokrat bidang Komunikasi Publik I Gede Pasek Suardika mengatakan, ia hanya ingin mendudukkan persoalan perkara Hambalang yang sempat dibahas di Komisi X DPR dengan memberikan dokumen-dokumen rapat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia mengatakan, Demokrat tak bermaksud menyerang partai mana pun.

"Tujuan kami bukan untuk serang siapa-siapa, kami ingin mendudukkan persoalan secara obyektif," ujar Pasek, Rabu (9/1/2013), di Gedung Kompleks Parlemen Senayan.

Pasek menyatakan bahwa data yang disampaikannya ke KPK bisa menunjukkan bagaimana proyek Hambalang dibahas di Komisi X. Hal ini untuk menepis pernyataan banyak anggota Komisi X yang mengaku tidak pernah membahas Hambalang. Saat pembahasan Hambalang dilakukan, Pasek merupakan anggota Komisi X hingga akhirnya dipindah ke Komisi III.

"Ini untuk mengembalikan opini yang sudah masuk ke hutan belantara. Kasus Hambalang ini sejak awal dibahas di Komisi X. Kalau sekarang dia katakan tidak pernah dibahas, mari kita bongkar datanya bersama," kata Pasek.

Sementara, untuk Anas, menurutnya, ketika masih aktif menjadi anggota Komisi X, Anas tidak terlalu aktif dalam proyek Hambalang. Menurut Pasek, Anas lebih sibuk pada urusan fraksi.

"Pada saat pembahasan itu, bulan Maret-April itu, kandidat juga keliling Indonesia. Makanya, logikanya Nazaruddin bagaimana," ujarnya.

Ia berharap, data-data yang disampaikannya soal rapat di Komisi X bisa membantu kerja KPK untuk menelusuri perkara yang kerap menyeret nama politisi-politisi Partai Demokrat. "Semoga bisa terang benderang, tidak terpotong-potong sehingga proyek Hambalang ini seolah-olah adalah rekayasa Demokrat," tutur Pasek.

Sebelumnya, seusai pemeriksaan KPK, Selasa (8/1/2013), Pasek mengaku telah menyerahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukti terkait pembahasan anggaran proyek Hambalang di Dewan Perwakilan Rakyat. Bukti-bukti itu, di antaranya, dokumen-dokumen rapat Komisi X DPR terkait proyek Hambalang. Ia sendiri diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Saat diperiksa, Pasek menjelaskan kepada penyidik bahwa pihak Kemenpora dengan Komisi X DPR melakukan rapat pada 3 Maret 2010, 13 April 2010, dan 29 April 2010. Ketiga pertemuan tersebut, katanya, berkaitan dengan Hambalang. Salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan itu, menurut Pasek, mengenai usulan tambahan anggaran. Dalam dokumen rapat-rapat itu, kata Pasek, terpapar jelas detil peruntukan anggaran Hamabalng.

"Usulan tambahan Rp 625 miliar itu untuk apa, semua sudah ada. Ini usulan, ini yang dibahas Komisi X, semuanya hadir. Jadi yang lain jangan cuci tangan," ucapnya.

Dalam kasus Hambalang ini, KPK menetapkan dua tersangka dalam kasus Hambalang. Mereka adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng serta Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar. Keduanya diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang untuk menguntungkan diri sendiri atau pihak lain, namun justru merugikan keuangan negara.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Proyek Hambalang






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary









Anda sedang membaca artikel tentang

Demokrat: Kami Tak Menyerang Siapa Pun

Dengan url

http://mobile-sulition.blogspot.com/2013/01/demokrat-kami-tak-menyerang-siapa-pun.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Demokrat: Kami Tak Menyerang Siapa Pun

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Demokrat: Kami Tak Menyerang Siapa Pun

sebagai sumbernya

0 komentar:

Post a Comment

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger