STLA Band Pilih Utamakan Berkarya Bukan Cari Sensasi

Written By Unknown on Tuesday, October 1, 2013 | 2:12 PM


Jakarta - Sensasi terkadang menjadi cara yang dipilih segelintir pihak dalam mendongkrak popularitas. Tujuannya, menjadi bahan peliputan media dan ujungnya jadi topik pembicaraan di masyarakat.


Meski ada yang melakukan cara demikian, masih banyak juga yang mengandalkan karya untuk dikenal masyarakat.


STLA Band misalnya. Mereka ingin dikenal masyarakat dengan musikalitas yang tinggi meski memiliki celah untuk memanfaatkan kasus hukum dalam meraih popularitas.


"Kami tidak seperti itu. Kami mau dikenal lewat karya," ujar Abe selaku drummer STLA Band saat peluncuran single mereka bertajuk Kepikiran di Piza Cafe, Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.


Band yang beranggotakan Andri (Vokal), Abe (Drum), Dimas (Bass), Reza (Gitar) dan Ryan (Gitar) mengisahkan hal tersebut. Setengah tahun lalu, ketika masih menggunakan nama Rumahhati, mereka menciptakan lagu bernuansa pop alternatif elektro. Namun tiba-tiba, ada band lain yang juga meluncurkan lagu serupa. Musiknya sama, liriknya serupa hingga durasinya tidak jauh berbeda.


"Lagu Kepikiran itu yang bikin saya dan Ryan. Tadinya, band ini namanya Rumahhati. Setelah beberapa kali ganti personel, kami akhirnya berjalan dengan nama STLA," kata Abe.


Abe pun heran mengapa single yang baru mereka luncurkan itu bisa dimainkan band lain. Padahal, hak paten atas lagu tersebut sudah didaftarkan hak ciptanya.


"Di kantor manajemen kami ada kok surat dari HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) atas nama Ryan. Kalau di sana ada yang menyanyikan, merekam, kami enggak banyak komentar. Ini lagu STLA dan sudah dipatenkan atas nama Ryan," terang Abe.


Meski memiliki bukti kuat, Abe mengaku STLA enggan membawa masalah itu ke jalur hukum.


"Buat apa bawa ke jalur hukum. Kecuali bila benar-benar sudah merugikan baru kami berpikir lagi. Sementara ini, kami hanya ingin dikenal lewat karya," kata Abe yang diamini rekan-rekannya.


Dijelaskan, STLA Band pertama kali terbentuk pada 10 Oktober 2010 dengan nama Rumah Hati. Kemudian pada akhirnya pada Juni 2013, Rumah Hati mendapatkan tawaran dari Star Signal management untuk kontrak single dan album.


Star Signal management bersedia bekerja sama dengan Rumah Hati, dan akhirnya disepakati berganti menjadi STLA Band pada 12 September 2013.


Makna yang terkandung dari nama STLA adalah diambil dari bahasa latin yang artinya bintang. Sedangkan makna dari huruf T yang tergambar dari logo STLA sendiri adalah mengandung gambar sebuah sinyal, yang artinya bahwa STLA lahir bersama star signal manajemen.


Dalam bermusik, STLA coba mengusung warna musik tersendiri, tanpa menghilangkan unsur aliran musik pop nya yang kemudian dikemas dengan musik elektronya mencoba tampil beda dengan band-band yang ada industri musik Tanah Air.


Anda sedang membaca artikel tentang

STLA Band Pilih Utamakan Berkarya Bukan Cari Sensasi

Dengan url

http://mobile-sulition.blogspot.com/2013/10/stla-band-pilih-utamakan-berkarya-bukan.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

STLA Band Pilih Utamakan Berkarya Bukan Cari Sensasi

namun jangan lupa untuk meletakkan link

STLA Band Pilih Utamakan Berkarya Bukan Cari Sensasi

sebagai sumbernya

0 komentar:

Post a Comment

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger