Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Stadion Persija akan Dibangun di Lahan Sengketa

Written By Unknown on Wednesday, October 24, 2012 | 2:55 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Terkait rencana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membuatkan stadion untuk Persija, Pemprov DKI menyiapkan lokasinya di bekas Taman BMW di Jakarta Utara. Namun permasalahannya, tanah tersebut masih dalam sengketa.

Tempat latihan Persija saat ini, Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, kelak tidak bisa digunakan lagi. Sebab, di sana akan dibangun depo Mass Rapid Transit (MRT).

"Kemungkinan, stadion ini akan dibangun di atas lahan eks Taman BMW di Jakarta Utara. Hanya saja, untuk kepastiannya menunggu adanya putusan dari pengadilan, mengingat lahan tersebut statusnya sengketa," terang Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Disorda) DKI Jakarta Ratiyono di Balaikota Jakarta, Rabu (24/10/2012).

Menurut Ratiyo, pembangunan stadion di eks Taman BMW ini akan dianggarkan dalam beberapa tahun anggaran atau multiyears.

"Untuk tahap awalnya diperkirakan anggaran Rp 300 miliar dari total Rp 1,5 triliun. Jika masalah hukumnya selesai, maka akan segera dianggarkan di APBD lagi," jelas Ratiyono.

Sementara menurut Kepala Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta Sri Rahayu, sengketa lahan eks Taman BMW sudah dimenangkan Pemprov DKI Jakarta di tingkat Pengadilan Tinggi DKI.

"Tapi, sejauh ini belum diketahui apakah pihak penggugat akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atau tidak," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi memang ingin membangunkan stadion untuk klub sepakbola Jakarta, Persija, yang belum memiliki stadion sendiri. Jokowi ingin Persija seperti klub sepakbola di negara lain, yang memiliki stadion sendiri.


Berita terkait dapat diikuti di topik: 100 HARI JOKOWI-BASUKI.







Editor :


Ana Shofiana Syatiri









2:55 PM | 0 komentar | Read More

Dirjen Pajak Curhat Susahnya Paksa Orang Bayar Pajak


JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany mengaku kesulitan untuk "memaksa" wajib pajak mau membayar pajak. Sebab, di Indonesia, belum ada penegakan hukum yang jelas terkait orang yang enggan membayar pajak.


"Di luar negeri, sudah ada persepsi bahwa jika tidak membayar pajak, akan dimasukkan ke penjara. Orang di sana itu takut, tetapi di sini malah sebaliknya," kata Fuad di kantor Ditjen Pajak Jakarta, Rabu (24/10/2012).


Menurut Fuad, tingkat partisipasi dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak dinilai masih rendah. Dari wajib pajak yang ada, baru sekitar 30 persen masyarakat yang sudah membayar pajak. Sementara di Malaysia, tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak sudah 80 persen sehingga penerimaan pajak di negara tersebut juga tinggi.


"Pegawai pajak cuma 32.000 orang. Kami sampai rela masuk ke pelosok, mengimbau masyarakat dan perusahaan untuk mau membayar pajak, bahkan pegawai kami ada yang dipukuli. Itu tidak ada media yang mengekspos. Namun, kami tetap mengabdi agar penerimaan pajak ke negara tetap tinggi," ujarnya.


Fuad menganggap bahwa lemahnya masyarakat dan perusahaan tidak mau membayar pajak ini karena pegawai pajak tidak memiliki "seragam", sama seperti di Polri dan kejaksaan. Karena itu, pihaknya akan menggandeng dua lembaga tersebut untuk menindak masyarakat dan perusahaan yang malas membayar pajak.


"Namun, kami tidak akan menerapkan seperti di luar negeri. Soalnya, ada juga masyarakat yang sudah sukarela membayar pajak. Kita tidak akan memaksa mereka, tetapi akan memberi kesadaran tentang pentingnya membayar pajak," ujarnya.


Ikuti liputan khusus Cerdas Berasuransi






Editor :


Erlangga Djumena









2:54 PM | 0 komentar | Read More

Kerukunan Hidup Beragama Urusan Pemerintah Pusat


JAKARTA, KOMPAS.com — Urusan kerukunan hidup antarumat beragama merupakan urusan pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah pusat tidak bisa lepas tangan dalam masalah GKI Taman Yasmin di Bogor, Jawa Barat.


"Agama adalah urusan pemerintah pusat," kata Direktur LBH Jakarta Febi Yonesta, Rabu (24/10/2012), di kantor Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jakarta.


Febi, Bona Sigalingging dari GKI Yasmin, Zulkarnain dari Pondok Pesantren Al-Ghazali (Bogor), Ketua Program Monitoring Kebebasan Hidup Beragama Wahid Institute M Subhi, dan Turmidi, warga Kota Paris, Bogor, mengadakan pertemuan dengan anggota Wantimpres Albert Hasibuan. Mereka mendiskusikan masalah kerukunan hidup beragama.


Selain masalah GKI Taman Yasmin, mereka juga membicarakan persoalan Ahmadiyah dan Syiah.


Menurut Febi, masalah GKI Taman Yasmin tidak melulu terkait dengan ketertiban lokal di Bogor. Isu GKI Taman Yasmin melibatkan secara emosional warga Indonesia yang juga tinggal di luar Bogor.


Atas dasar itu, menurut Febi, masalah GKI Taman Yasmin, dan kerukunan hidup beragama, harus dilihat sebagai masalah ketertiban nasional yang memerlukan intervensi pemerintah pusat.


Subhi pun mendesak agar Presiden memberikan pernyataan terkait GKI Taman Yasmin dan masalah kerukunan hidup beragama secara umum. "Hak beribadah telah ditegaskan dalam konstitusi dan putusan MA terkait GKI Taman Yasmin. Kalau itu digunakan oleh Presiden dalam memberikan pernyataan mengenai kerukunan hidup beragama, kami akan berada di belakang Presiden," ujar Subhi.


Zulkarnain menegaskan, pemimpin pondok pesantrennya berpesan bahwa mereka wajib menjaga kerukunan hidup beragama dan mematuhi konstitusi. Hasibuan setuju dengan gagasan yang disampaikan mereka yang datang menemuinya bahwa relokasi GKI Taman Yasmin ke Kota Paris dari Taman Yasmin tidak menyelesaikan masalah.


Hasibuan menyatakan, dirinya sudah menyampaikan saran kepada Presiden. Ia optimistis persoalan kerukunan hidup beragama, termasuk masalah GKI Taman Yasmin, akan terselesaikan dengan baik.






Editor :


Marcus Suprihadi









2:43 PM | 0 komentar | Read More

PRSI Tunggu Konfirmasi dari Akbar




PRSI Tunggu Konfirmasi dari Akbar





Rabu, 24 Oktober 2012 | 14:05 WIB













Kompas


M. Akbar Nasution




TERKAIT:





JAKARTA, Kompas.com - Pihak PB PRSI masih menunggu konfirmasi dari para atlet renang yang masuk pelatnas tahap pertama untuk persiapan SEA Games Myanmar 2013 mendatang.

PRSI telah menetapkan nama 34 atlet renang untuk persiapan SEA Games Myanmar. Mereka akan dibagi dalam dua kelompok besar yaitu 7 atlet renang utama dan 27 atlet renang muda.

Salah satu yang masuk dalam kelompok atlet renang muda adalah perenang senior M. Akbar Nasution. Padahak, usai PON XVIII/Riau lalu, Akbar  disebut-sebut memutuskan pensiun sebagai atlet dan beralih menjadi pelatih perkumpulan renang di Jakarta.

Pelatih renang nasional, Hartadi Nurjojo menyebut pemilihan 34 atlet renang didasarkan pada prestasi yang dicapai pada ajang PON Riau lalu.

"Kami melihat dari hasil pasca PON dan kemduian melakukan filterisasi dengan kriteria tertentu sesuai target di ajang SEA Games mendatang," jelas Hartadi melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Rabu (24/10).

Berdasar kriteria inilah, terpilih nama-nama atlet, termasuk Akbar Nasution yang meraih medali emas di nomor 400 meter gaya ganti perseorangan. "Sebelum ada surat pengunduran diri resmi dari yang bersangkutan ke PB, maka terbit surat SK sesuai potensi objektive atlet yang tersedia," lanjut Hartadi.

Ia mengaku akan menindaklanjuti apabila ada perkembangan masalah ini. "Bila ada surat (pengunduran) tersebut -dari siapa pun- kami akan tindaklanjuti."

Para atlet renang yang masuk pelatnas SEA Games tersebut telah menjalani latihan antara lain di Jakarta dan Bandung. PRSI mendapat target mendulang 7 medali emas di arena SEA Games Myanmar mendatang.







Editor :


A. Tjahjo Sasongko















2:28 PM | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com - Travel

KOMPAS.com - TravelKOMPAS.comDanau Poso, Keindahan di Jantung SulawesiIngat, Turis Malaysia Tak Hanya dari Kuala LumpurWisatawan Keluhkan Ketidaknyamanan di Bandara HuseinSemenit "Slalom&quotBersama All New AveoIni Dia Kota Berbau Uang!Nasi Rawon dan Es Campur, Nikmatnya...Tingkatkan Okupansi Hotel secara "Online"Rencana Induk Mandalika Perlu Didesain UlangMelihat Ken Arok Bersemadi...Noken Asal Biak Terancam PunahNovember, Pemkot Ternate Gelar Festival Kora-koraGE Lighting Luncurkan Megalight untuk Mobil PremiumMICE Bersinar, Permintaan Sarana Juga MeningkatPengadilan Adat di Kertha GosaPhilippine Airlines Akan Terbang Non-Stop ke Toronto

http://www.kompas.com/ News and Service Wed , 24 Oct 2012 14:00:17 +0000 id 2012 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/1321257/Danau.Poso..Keindahan.di.Jantung.Sulawesi Wed , 24 Oct 2012 13:21:25 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/23/1942141t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ambillah waktu libur untuk mengembalikan semangat pikiran Anda dengan mengunjungi keindahan Danau Poso, di Kota Tentena, Kabupaten Poso, Sulteng. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/1321257/Danau.Poso..Keindahan.di.Jantung.Sulawesi">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/1321257/Danau.Poso..Keindahan.di.Jantung.Sulawesi http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/13162047/Ingat..Turis.Malaysia.Tak.Hanya.dari.Kuala.Lumpur Wed , 24 Oct 2012 13:16:20 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/04/02/2214272t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Selama ini wisatawan asal Malaysia memberikan kontribusi besar pada tingkat kunjungan wisman ke Bandung. Mereka datang dari Kuala Lumpur. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/13162047/Ingat..Turis.Malaysia.Tak.Hanya.dari.Kuala.Lumpur">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/13162047/Ingat..Turis.Malaysia.Tak.Hanya.dari.Kuala.Lumpur http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/09414917/Wisatawan.Keluhkan.Ketidaknyamanan.di.Bandara.Husein Wed , 24 Oct 2012 09:41:49 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/22/1754018t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Bandara Husein Sastranegara di Bandung diharapkan dapat menjadi pintu gerbang wisatawan mancanegara dari Asia Tenggara bagi Jawa Barat. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/09414917/Wisatawan.Keluhkan.Ketidaknyamanan.di.Bandara.Husein">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/09414917/Wisatawan.Keluhkan.Ketidaknyamanan.di.Bandara.Husein http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/24/4945/Semenit.Slalom.Bersama.All.New.Aveo Wed , 24 Oct 2012 08:38:58 UTC+0700<img src="http://oto.assets.kompas.com/uploads/photo/2012/10/24/3e59de3ad966ac091805f53c871cc1ad_t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Bentuk pengujian yang unik dari GM Indonesia <a href="http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/24/4945/Semenit.Slalom.Bersama.All.New.Aveo">[...]</a> http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/24/4945/Semenit.Slalom.Bersama.All.New.Aveo http://www.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08303873/Ini.Dia.Kota.Berbau.Uang Wed , 24 Oct 2012 08:30:38 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/23/1740197t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kalau ke kota yang satu itu, pastinya kecium deh bau duit! Saya sendiri sempat dibuat heran! Kok ada sih kota bau uang Kalau begitu, asyik dong. <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08303873/Ini.Dia.Kota.Berbau.Uang">[...]</a> http://www.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08303873/Ini.Dia.Kota.Berbau.Uang http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08122757/Nasi.Rawon.dan.Es.Campur..Nikmatnya... Wed , 24 Oct 2012 08:12:27 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/22/1550597t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sebenarnya ada beberapa menu makan yang menjadi andalan di Kedung Sari. Sebut saja seperti nasi pecel, nasi rawon dan ayam panggang. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08122757/Nasi.Rawon.dan.Es.Campur..Nikmatnya...">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08122757/Nasi.Rawon.dan.Es.Campur..Nikmatnya... http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/20282242/Tingkatkan.Okupansi.Hotel.secara.Online Tue , 23 Oct 2012 20:28:22 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/05/21/1810118t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Biro perjalanan wisata online bisa membantu meningkatkan okupansi hotel. Hal tersebut diungkapkan Yusuf Ijsseldjik, CEO PT Karya Harmoni Indonesia <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/20282242/Tingkatkan.Okupansi.Hotel.secara.Online">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/20282242/Tingkatkan.Okupansi.Hotel.secara.Online http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/18363269/Rencana.Induk.Mandalika.Perlu.Didesain.Ulang Tue , 23 Oct 2012 18:36:32 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/02/2126221t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, redesign masterplan kawasan wisata Mandalika Resort, Lombok Tengah, Provinsi NTB belum rampung. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/18363269/Rencana.Induk.Mandalika.Perlu.Didesain.Ulang">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/18363269/Rencana.Induk.Mandalika.Perlu.Didesain.Ulang http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/17565326/Melihat.Ken.Arok.Bersemadi... Tue , 23 Oct 2012 17:56:53 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/23/1528071t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kini Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, resmi memilik museum Malang Tempo Doeloe. Ini museum pertama di Malang yang menanggalkan konsep seram. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/17565326/Melihat.Ken.Arok.Bersemadi...">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/17565326/Melihat.Ken.Arok.Bersemadi... http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16413811/Noken.Asal.Biak.Terancam.Punah Tue , 23 Oct 2012 16:41:38 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/04/1209529t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Peneliti dari Balai Arkeologi Jayapura, Papua, Hari Suroto mengungkapkan noken asal Biak terancam punah karena jumlah perajinnya makin berkurang. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16413811/Noken.Asal.Biak.Terancam.Punah">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16413811/Noken.Asal.Biak.Terancam.Punah http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16040185/November..Pemkot.Ternate.Gelar.Festival.Kora.kora Tue , 23 Oct 2012 16:04:01 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/13/1646584t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Untuk menarik wisatawan Pemkot Ternate, Maluku Utara akan menggelar Festival Bahari Kora-kora di pantai Ternate pada akhir November 2012. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16040185/November..Pemkot.Ternate.Gelar.Festival.Kora.kora">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16040185/November..Pemkot.Ternate.Gelar.Festival.Korakora http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/23/4938/GE.Lighting.Luncurkan.Megalight.untuk.Mobil.Premium Tue , 23 Oct 2012 15:50:36 UTC+0700<img src="http://oto.assets.kompas.com/uploads/photo/2012/10/23/b99fa6c5c893728536eccb2da70af224_t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ada tiga pilihan untuk kebutuhan berbeda. <a href="http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/23/4938/GE.Lighting.Luncurkan.Megalight.untuk.Mobil.Premium">[...]</a> http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/23/4938/GE.Lighting.Luncurkan.Megalight.untuk.Mobil.Premium http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/15242240/MICE.Bersinar..Permintaan.Sarana.Juga.Meningkat Tue , 23 Oct 2012 15:24:22 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/19/1109007t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menparekraf Mari Elka Pangestu mengatakan, permintaan dalam negeri meningkat terhadap sarana dan prasarana di daerah tujuan wisata. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/15242240/MICE.Bersinar..Permintaan.Sarana.Juga.Meningkat">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/15242240/MICE.Bersinar..Permintaan.Sarana.Juga.Meningkat http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14201972/Pengadilan.Adat.di.Kertha.Gosa Tue , 23 Oct 2012 14:20:19 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/22/1422375t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sebuah bale dari kayu beratap limas dari ijuk tak berdinding berada pada ketinggian dua meter dilihat dari perempatan pusat kota Klungkung, Bali. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14201972/Pengadilan.Adat.di.Kertha.Gosa">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14201972/Pengadilan.Adat.di.Kertha.Gosa http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14172392/Philippine.Airlines.Akan.Terbang.Non.Stop.ke.Toronto Tue , 23 Oct 2012 14:17:23 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/23/1405573t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Maskapai penerbangan Filipina, Philippine Airlines akan melayani rute baru ke Toronto mulai 30 November 2012. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14172392/Philippine.Airlines.Akan.Terbang.Non.Stop.ke.Toronto">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14172392/Philippine.Airlines.Akan.Terbang.NonStop.ke.Toronto


KOMPAS.com - TravelKOMPAS.comDanau Poso, Keindahan di Jantung SulawesiIngat, Turis Malaysia Tak Hanya dari Kuala LumpurWisatawan Keluhkan Ketidaknyamanan di Bandara HuseinSemenit "Slalom&quotBersama All New AveoIni Dia Kota Berbau Uang!Nasi Rawon dan Es Campur, Nikmatnya...Tingkatkan Okupansi Hotel secara "Online"Rencana Induk Mandalika Perlu Didesain UlangMelihat Ken Arok Bersemadi...Noken Asal Biak Terancam PunahNovember, Pemkot Ternate Gelar Festival Kora-koraGE Lighting Luncurkan Megalight untuk Mobil PremiumMICE Bersinar, Permintaan Sarana Juga MeningkatPengadilan Adat di Kertha GosaPhilippine Airlines Akan Terbang Non-Stop ke Toronto

http://www.kompas.com/ News and Service Wed , 24 Oct 2012 14:00:17 +0000 id 2012 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/1321257/Danau.Poso..Keindahan.di.Jantung.Sulawesi Wed , 24 Oct 2012 13:21:25 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/23/1942141t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ambillah waktu libur untuk mengembalikan semangat pikiran Anda dengan mengunjungi keindahan Danau Poso, di Kota Tentena, Kabupaten Poso, Sulteng. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/1321257/Danau.Poso..Keindahan.di.Jantung.Sulawesi">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/1321257/Danau.Poso..Keindahan.di.Jantung.Sulawesi http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/13162047/Ingat..Turis.Malaysia.Tak.Hanya.dari.Kuala.Lumpur Wed , 24 Oct 2012 13:16:20 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/04/02/2214272t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Selama ini wisatawan asal Malaysia memberikan kontribusi besar pada tingkat kunjungan wisman ke Bandung. Mereka datang dari Kuala Lumpur. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/13162047/Ingat..Turis.Malaysia.Tak.Hanya.dari.Kuala.Lumpur">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/13162047/Ingat..Turis.Malaysia.Tak.Hanya.dari.Kuala.Lumpur http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/09414917/Wisatawan.Keluhkan.Ketidaknyamanan.di.Bandara.Husein Wed , 24 Oct 2012 09:41:49 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/22/1754018t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Bandara Husein Sastranegara di Bandung diharapkan dapat menjadi pintu gerbang wisatawan mancanegara dari Asia Tenggara bagi Jawa Barat. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/09414917/Wisatawan.Keluhkan.Ketidaknyamanan.di.Bandara.Husein">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/09414917/Wisatawan.Keluhkan.Ketidaknyamanan.di.Bandara.Husein http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/24/4945/Semenit.Slalom.Bersama.All.New.Aveo Wed , 24 Oct 2012 08:38:58 UTC+0700<img src="http://oto.assets.kompas.com/uploads/photo/2012/10/24/3e59de3ad966ac091805f53c871cc1ad_t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Bentuk pengujian yang unik dari GM Indonesia <a href="http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/24/4945/Semenit.Slalom.Bersama.All.New.Aveo">[...]</a> http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/24/4945/Semenit.Slalom.Bersama.All.New.Aveo http://www.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08303873/Ini.Dia.Kota.Berbau.Uang Wed , 24 Oct 2012 08:30:38 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/23/1740197t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kalau ke kota yang satu itu, pastinya kecium deh bau duit! Saya sendiri sempat dibuat heran! Kok ada sih kota bau uang Kalau begitu, asyik dong. <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08303873/Ini.Dia.Kota.Berbau.Uang">[...]</a> http://www.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08303873/Ini.Dia.Kota.Berbau.Uang http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08122757/Nasi.Rawon.dan.Es.Campur..Nikmatnya... Wed , 24 Oct 2012 08:12:27 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/22/1550597t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sebenarnya ada beberapa menu makan yang menjadi andalan di Kedung Sari. Sebut saja seperti nasi pecel, nasi rawon dan ayam panggang. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08122757/Nasi.Rawon.dan.Es.Campur..Nikmatnya...">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/24/08122757/Nasi.Rawon.dan.Es.Campur..Nikmatnya... http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/20282242/Tingkatkan.Okupansi.Hotel.secara.Online Tue , 23 Oct 2012 20:28:22 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/05/21/1810118t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Biro perjalanan wisata online bisa membantu meningkatkan okupansi hotel. Hal tersebut diungkapkan Yusuf Ijsseldjik, CEO PT Karya Harmoni Indonesia <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/20282242/Tingkatkan.Okupansi.Hotel.secara.Online">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/20282242/Tingkatkan.Okupansi.Hotel.secara.Online http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/18363269/Rencana.Induk.Mandalika.Perlu.Didesain.Ulang Tue , 23 Oct 2012 18:36:32 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/02/2126221t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, redesign masterplan kawasan wisata Mandalika Resort, Lombok Tengah, Provinsi NTB belum rampung. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/18363269/Rencana.Induk.Mandalika.Perlu.Didesain.Ulang">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/18363269/Rencana.Induk.Mandalika.Perlu.Didesain.Ulang http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/17565326/Melihat.Ken.Arok.Bersemadi... Tue , 23 Oct 2012 17:56:53 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/23/1528071t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kini Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, resmi memilik museum Malang Tempo Doeloe. Ini museum pertama di Malang yang menanggalkan konsep seram. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/17565326/Melihat.Ken.Arok.Bersemadi...">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/17565326/Melihat.Ken.Arok.Bersemadi... http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16413811/Noken.Asal.Biak.Terancam.Punah Tue , 23 Oct 2012 16:41:38 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/04/1209529t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Peneliti dari Balai Arkeologi Jayapura, Papua, Hari Suroto mengungkapkan noken asal Biak terancam punah karena jumlah perajinnya makin berkurang. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16413811/Noken.Asal.Biak.Terancam.Punah">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16413811/Noken.Asal.Biak.Terancam.Punah http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16040185/November..Pemkot.Ternate.Gelar.Festival.Kora.kora Tue , 23 Oct 2012 16:04:01 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/13/1646584t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Untuk menarik wisatawan Pemkot Ternate, Maluku Utara akan menggelar Festival Bahari Kora-kora di pantai Ternate pada akhir November 2012. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16040185/November..Pemkot.Ternate.Gelar.Festival.Kora.kora">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/16040185/November..Pemkot.Ternate.Gelar.Festival.Korakora http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/23/4938/GE.Lighting.Luncurkan.Megalight.untuk.Mobil.Premium Tue , 23 Oct 2012 15:50:36 UTC+0700<img src="http://oto.assets.kompas.com/uploads/photo/2012/10/23/b99fa6c5c893728536eccb2da70af224_t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ada tiga pilihan untuk kebutuhan berbeda. <a href="http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/23/4938/GE.Lighting.Luncurkan.Megalight.untuk.Mobil.Premium">[...]</a> http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/23/4938/GE.Lighting.Luncurkan.Megalight.untuk.Mobil.Premium http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/15242240/MICE.Bersinar..Permintaan.Sarana.Juga.Meningkat Tue , 23 Oct 2012 15:24:22 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/19/1109007t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menparekraf Mari Elka Pangestu mengatakan, permintaan dalam negeri meningkat terhadap sarana dan prasarana di daerah tujuan wisata. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/15242240/MICE.Bersinar..Permintaan.Sarana.Juga.Meningkat">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/15242240/MICE.Bersinar..Permintaan.Sarana.Juga.Meningkat http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14201972/Pengadilan.Adat.di.Kertha.Gosa Tue , 23 Oct 2012 14:20:19 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/22/1422375t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sebuah bale dari kayu beratap limas dari ijuk tak berdinding berada pada ketinggian dua meter dilihat dari perempatan pusat kota Klungkung, Bali. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14201972/Pengadilan.Adat.di.Kertha.Gosa">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14201972/Pengadilan.Adat.di.Kertha.Gosa http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14172392/Philippine.Airlines.Akan.Terbang.Non.Stop.ke.Toronto Tue , 23 Oct 2012 14:17:23 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/23/1405573t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Maskapai penerbangan Filipina, Philippine Airlines akan melayani rute baru ke Toronto mulai 30 November 2012. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14172392/Philippine.Airlines.Akan.Terbang.Non.Stop.ke.Toronto">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/23/14172392/Philippine.Airlines.Akan.Terbang.NonStop.ke.Toronto


2:12 PM | 0 komentar | Read More

Polri : Tujuan Teror Timbulkan Keresahan

Written By Unknown on Tuesday, October 23, 2012 | 2:55 PM





Polri : Tujuan Teror Timbulkan Keresahan





Penulis : Ferry Santoso | Selasa, 23 Oktober 2012 | 14:51 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Aparat kepolisian dan TNI di Poso terus melakukan berbagai upaya untuk memulihkan rasa aman warga dan menyelidiki rangkaian aksi kekerasan di Poso. Aksi-aksi kekerasan itu diduga merupakan aksi teror yang bertujuan membuat dan menyebarkan keresahan dan ketakutan di masyarakat.


Hal itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar di Jakarta, Selasa (23/10/2012). "Tujuan aksi-aksi kekerasan membuat keresahan. Itulah tujuan teror, menyebarkan rasa takut," kata Boy.


Menurut Boy, aparat kepolisian terus menyelidiki kasus pembunuhan terhadap dua anggota polisi dan peledakan bom di pos polantas di Poso. "Kami belum dapat jelaskan secara rinci. Penyelidikan terus berjalan," katanya.


Boy menambahkan, memang ada sekelompok orang dari luar Poso yang melakukan aktivitas untuk memprovokasi. Kelompok itu juga melakukan kegiatan pelatihan aksi teror, termasuk merekrut atau mengajak masyarakat untuk ikut.

















2:55 PM | 0 komentar | Read More

Produk Lemari Abu Jenazah Laris Manis di Jepang



Industri Kreatif


Produk Lemari Abu Jenazah Laris Manis di Jepang





Penulis : Eny Prihtiyani | Selasa, 23 Oktober 2012 | 13:44 WIB












MAKASSAR, KOMPAS.com- Produk butsudan atau lemari penyimpan abu jenazah menjadi industri kreatif yang tidak terpengaruh oleh krisis global. Produk tersebut laris manis di Jepang, karena butsudan menjadi kebutuhan wajib mereka.


General Manager PT Maruki International Indonesia, salah satu produsen butsudan di Makassar, Muhamad Amin, Selasa (23/10/2012), mengatakan, dalam sebulan pabriknya bisa memproduksi 700 unit butsudan. Jumlah itu masih di bawah kapasitas produksi 1.200 unit per bulan.


"Kapasitas belum maksimal karena kami mengejar kualitas. Ini termasuk pekerjaan rumit. Orang Jepang termasuk rewel kalau urusan kualitas," katanya.


Dia mengatakan, bahan baku butsudan menggunakan campuran kayu lokal dan impor dengan komposisi 70 persen lokal dan sisanya impor.


Komisaris PT Maruki yang juga menjabat Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah, mengatakan, butsudan termasuk industri kreatif yang belum banyak dilirik pengusaha. "Ini adalah industri berbasis kebudayaan. Industri dalam bidang kebudayaan selama ini belum banyak digarap," katanya.


Ikuti liputan khusus Cerdas Berasuransi






Editor :


Marcus Suprihadi















2:54 PM | 0 komentar | Read More

DKPP Kerja Sama dengan Polri




Pemilu 2014


DKPP Kerja Sama dengan Polri





Penulis : Ferry Santoso | Selasa, 23 Oktober 2012 | 14:08 WIB











JAKARTA, KOMPAS.com — Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu menjalin kerja sama dengan Kepolisian Negara RI. Kerja sama itu antara lain menyangkut pembentukan kode etik penyelenggara pemilu dan penggunaan sarana telekonferensi di Polri.


Hal itu disampaikan anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Nur Hidayat Sardini, di Divisi Humas Polri di Jakarta, Selasa (23/10/2012). "DKPP mengawasi kinerja KPU dan Bawaslu. Selama ini, banyak hal yang dilakukan, seperti pembentukan kode etik, bekerja sama dengan Divisi Propam Polri," kata Nur Hidayat.


Nur menambahkan, DKPP juga memanfaatkan sarana telekonferensi Polri untuk sidang kode etik penyelenggara pemilu.


Nur mencontohkan, pagi ini, ada sidang kode etik dengan pihak teradu atau terlapor KPU Kabupaten Timor Tengah Utara. Pelapor kalangan masyarakat. Sidang itu dilakukan dengan memanfaatkan sarana telekonferensi yang dimiliki Polri.






Editor :


Tjahja Gunawan Diredja














2:43 PM | 0 komentar | Read More

Christian: Peluang Indonesia Berat



Kejuaraan Dunia Yunior 2012


Christian: Peluang Indonesia Berat





Selasa, 23 Oktober 2012 | 11:37 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com — Koordinator pelatih ganda pelatnas Cipayung, Christian Hadinata, berharap para pebulu tangkis yang berlaga di World Junior Championships 2012 dapat tampil maksimal dan meraih hasil terbaik.


Pengurus Besar (PB) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sudah menyiapkan 21 atletnya untuk mengikuti kejuaraan yang disebut sebagai Kejuaraan Dunia Junior U-19. Kejuaraan itu dilangsungkan di Chiba, Jepang, 25 Oktober-3 November 2012.


"Di nomor beregu peluang berat, tetapi kita harus memperbaiki pencapaian tahun lalu. Tiga nomor yang diharapkan dapat mencuri poin adalah ganda putra, tunggal putra, dan ganda campuran. Jika kita kecolongan dari nomor ini, peluangnya semakin berat,” tutur pria yang saat ini menjabat sebagai Kasubid Pelatnas PB PBSI itu saat dihubungi pada Selasa (23/10/2012).


Pada nomor beregu campuran World Junior Championships 2012 yang akan dilangsungkan lebih dulu pada tanggal 25-28 Oktober 2012, Indonesia berada satu grup dengan Malaysia yang merupakan juara bertahan. Indonesia berada di Grup Y2 bersama Belanda, Irlandia, dan Kanada. Adapun Malaysia, Perancis, Vietnam, dan Ukraina berada di Grup Y1.


Sebanyak 30 negara akan dibagi ke dalam delapan grup dan hanya dua negara terbaik dalam tiap grup yang berhak melaju ke babak perempat final. Dua negara terbaik ini akan diadu lagi untuk memperebutkan tiket ke empat besar.


Sebagai catatan, pada World Junior Championships 2011, Indonesia berhasil meraih satu gelar di nomor ganda campuran melalui pasangan Alfian Eko Prasetya/Gloria Emanuelle Widjaja.


















2:28 PM | 0 komentar | Read More

Asmat dan Perubahan





Asmat dan Perubahan





Selasa, 23 Oktober 2012 | 13:42 WIB











Foto:






DALAM dunia yang berlari, wajah Asmat mulai berubah. Kurator Museum Budaya Asmat, Erick Sarkol, dibuat sedih. ”Lomba dayung hanya diikuti sembilan kelompok. Warga pesisir mengatakan, sekarang zaman perahu fiber. Mereka tidak mau lagi membuat perahu tradisional,” tuturnya lirih.


Arus pendatang yang terus membanjir ke Papua membuat Asmat pun tak bisa mengelak. Jaringan ekonomi sebagian besar mereka kuasai dan umumnya masyarakat asli mengambil porsi yang tersisa. Perubahan pun perlahan mengalir.


Saat ini, umumnya orang Asmat terutama di Agats menggunakan speedboat, bertenaga mesin dan berbahan bakar bensin. Secara ekonomis, perahu motor itu tampak membantu, tetapi di sisi lain melahirkan ketergantungan pada bahan bakar yang didatangkan dari luar Papua.


Sungai-sungai di kota itu pun mulai disesaki oleh perahu motor. Hanya mereka yang tinggal di kampung-kampung masih setia membuat perahu dayung dan menggunakannya. Posisi itu seolah menjadi simbol Asmat masa kini yang mulai terpinggir.


Belajar dari masa lalu, Gereja berupaya memelihara dan menghidupkan kembali kebanggaan pada karya dan karsa asli Asmat. Meskipun berat, bersama dengan Pemerintah Kabupaten Asmat, mereka mencoba bertahan menghadapi deraan zaman.... (B JOSIE SUSILO HARDANTO)



















2:12 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger