Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Sengketa Tanah Tol JORR W2 Mulai Teratasi

Written By Unknown on Monday, November 12, 2012 | 2:55 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Perseturuan sengketa tanah jalan tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2) mulai teratasi. Dari 18 bidang yang belum selesai sengketa pada akhir Oktober lalu, sebanyak 10 bidang telah mencapai kata sepakat mengenai harga. Pembangunan tol JORR W II pun dapat dilanjutkan.


"Yang sudah selesai ada 10 lahan. Mereka sudah melakukan (penerimaan) pembayaran uang tanah hari ini," kata Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Kementerian Pekerjaan Umum untuk JORR W2, Ambardi Effendi, Senin (12/11/2012).


Ambardi menambahkan, sepuluh lahan yang sudah dibayarkan TPT Kementerian PU merupakan tanah warga yang sudah memiliki surat-surat lengkap di RT 17 dan RT 01 RW 04, Meruya Utara, Jakarta Barat. Adapun 8 lahan lain di kawasan yang sama sudah mencapai kesepakatan harga, akan tetapi surat-suratnya belum bisa dilengkapi. Untuk menerima pelunasan pembayaran dari Kementerian PU, warga harus bisa melengkapi surat-surat keterangan yang diajukan Kementerian PU. "Kalau surat tanahnya sudah lengkap, bisa langsung kita bayarkan," kata Ambardi.


Pembayaran tanah tersebut, kata Ambardi, dimulai dengan harga Rp 2,6 juta per meter persegi sampai Rp 3,4 juta per meter persegi. Tanah dengan nilai jual tertinggi justru tanah yang luasnya kecil karena pemilik tanah menghargainya nilai jual lebih tinggi.


Ambardi mengatakan, 10 bidang tanah milik 13 orang warga telah dibayar oleh pemerintah dengan total nilai jual Rp 18 miliar. Tanah tersebut memiliki luas 5.156 meter persegi. Adapun 8 lahan lain diharapkan akan segera selesai dalam satu pekan ini. Tanah-tanah milik warga itu memiliki luas bervariasi. Ada yang memiliki tanah seluas 100 m2, 150 m2, bahkan 3.000 m2.


Koordinator Forum Komunikasi Korban JORR W II, Matsuro mengatakan, ia menjual lahan miliknya seluas 1.247 meter persegi dengan uang ganti rugi Rp 4,5 miliar. Rencananya, ia akan pindah tempat tinggal di sekitar Jakarta Barat. "Tanah seluas itu bukan punya saya doang, tapi tanah keluarga. Jadi nanti uangnya dibagi-bagi lagi," kata Matsuro.












2:55 PM | 0 komentar | Read More

Empat Tips Kelola Bisnis Pemula ala Ciputra


JAKARTA, KOMPAS.com — Pengusaha kawakan Ciputra memberikan tips mengelola bisnis, khususnya untuk pebisnis pemula. Seperti apa?


"Saya ini memang lahir sebagai pengusaha dulu, baru profesional. Saya sekarang jadi sadar bahwa bisnis itu perlu dikelola agar bisa semakin maju," kata Ciputra saat memberikan tips bisnis di Global Entrepreneurship Week di Gedung Bank Indonesia (BI) Jakarta, Senin (12/11/2012).


Menurut Ciputra, mengelola bisnis itu tidak ada kata baku bahwa pengusaha ini harus bertindak seperti ini dan seperti itu. Yang lebih penting adalah bagaimana mengelola setiap hambatan bisnis menjadi sebuah peluang bisnis di masa depan.


Ciputra memberikan tipsnya dalam berbisnis. Pertama, barang atau jasa yang ditawarkan itu tidak harus baru, tetapi yang lebih penting lagi adalah unik. Dengan keunikan ini, orang akan melihat apa yang kita tawarkan dan orang akan tertarik untuk membeli.


Kedua, menciptakan merek (brand) sendiri. Buatlah merek yang khas dan gampang diingat oleh konsumen. Dengan merek yang gampang diingat, pembeli juga akan gampang mengingatnya dan selalu ingin untuk membelinya. "Tapi merek ini bisa diciptakan dari sebuah produk yang dibuat oleh orang lain. Misalnya kita sudah membeli kaus dari orang lain, lalu mereknya dibuat oleh kita sendiri. Itu tidak apa-apa," katanya.


Ketiga, pasarkan secara online. Sekarang ini sudah marak berbisnis via dunia maya. Dengan cara ini, produk atau jasa bisa langsung tersebar ke pelosok. Keempat, tinggalkan cara bisnis konvensional. Pakailah agen. Di sini bisa saja barang atau jasa itu dijual melalui agen-agen penjualan. Ini akan lebih mempercepat penjualan bisnis.


Lebih dahsyat lagi, kata Ciputra, bila bisnis yang kita kelola bisa diciptakan model bisnis secara waralaba (franchise).







Editor :


Erlangga Djumena









2:54 PM | 0 komentar | Read More

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Palembang Raih Terbaik





Pelayanan Terpadu Satu Pintu Palembang Raih Terbaik





Penulis : Cyprianus Anto Saptowalyono | Senin, 12 November 2012 | 14:10 WIB











JAKARTA, KOMPAS.com — Penganugerahan penghargaan penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu di bidang penanaman modal provinsi, kabupaten/kota, terbaik tahun 2012 digelar di Jakarta, Senin (12/11/2012). Acara tersebut dilangsungkan di Ruang Nusantara (Auditorium BKPM) Lantai I, Gedung Suhartoyo, Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.


Hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala BKPM Chatib Basri, Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, dan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz.


Berdasar hasil penilaian, ada tiga penyelenggara pelayanan terpadu satu pintu bidang penanaman modal (PTSP-PM) tingkat provinsi, kabupaten, dan kota terbaik 2012. Perinciannya, penyelenggara PTSP Kota terbaik I Tahun 2012 adalah Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Palembang. Terbaik II Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Semarang dan terbaik III Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Salatiga. Penyelenggara PTSP-PM Kabupaten Terbaik I Tahun 2012 adalah Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Sragen. Terbaik II Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Purwakarta, dan terbaik III Kantor Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Trenggalek.


Sementara itu penyelenggara PTSP-PM Provinsi Terbaik I tahun 2012 adalah Badan Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur. Terbaik II Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Daerah Provinsi Sumatera Selatan, dan terbaik III Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Jawa Barat.

















2:43 PM | 0 komentar | Read More

PRSI: Target Tujuh Emas Masih Realistis


JAKARTA, KOMPAS.com — Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) menilai target tujuh medali emas SEA Games 2012 Myanmar adalah target realistis jika menilik peta kekuatan renang Asia Tenggara yang kompetitif.


"PRSI menurunkan bidikan sepuluh emas menjadi tujuh karena terdapat strategi pengurangan nomor renang oleh tuan rumah," kata Pelatih Kepala Pelatnas PB PRSI Hartadi Nurjojo, Senin (12/11/2012).


Menurutnya, tuan rumah SEA Games Myanmar mengurangi nomor renang yang sebelumnya berjumlah 38 nomor menjadi 32. Salah satu contoh nomor yang tidak diperlombakan adalah fin swimming.


"Selain pertimbangan itu, target medali emas pada SEA Games 2013 Myanmar sebanyak tujuh emas itu berdasar prestasi perenang di berbagai kejuaraan dan SEA Games tahun 2011," kata Hartadi.


PRSI mengharapkan emas didapat dari nomor-nomor renang putra yang memiliki peluang baik. Beberapa di antaranya 50 meter gaya bebas putra, 100 meter dan 200 meter gaya punggung putra, 100 meter gaya kupu-kupu putra, 4 x 100 meter gaya ganti estafet putra.


Sisanya dua nomor putri seperti 800 meter gaya bebas putri dan 200 meter gaya punggung putri.


Saat ditanya mengenai kelemahan perenang nasional, Hartadi mengakui bahwa para perenang Indonesia masih memiliki banyak kekurangan.


"Dengan banyaknya kekurangan, kami menjadi termotivasi untuk meningkatkan dan membenahi kekurangan-kekurangan itu," katanya.


"Jika menggunakan parameter persentase, maka perenang kita masih dalam range 85 persen dari optimalisasi potensi yang ada," lanjut dia.


PRSI mempersiapkan diri menghadapi persaingan mutlicabang olahraga se-Asia Tenggara dengan sejumlah persiapan.


"Kami melakukan desentralisasi pelatnas di Bandung dan Jakarta. Beberapa perenang sudah dikirim ke luar negeri untuk pembinaan. Pengiriman Indra Gunawan ke Hongaria diharapkan mampu meningkatkan kualitas individunya," kata Hartadi.


Selain itu, PRSI mempersiapkan perenang yang berlaga di Myanmar 2013 dengan mengikutsertakan mereka dalam berbagai kejuaraan renang.


Sebagai contoh, perenang yang ikut dalam ASEAN University Games 2012 Laos dan Kejuaraan Renang Istanbul.


"Kami terus berusaha meningkatkan kemampuan teknis dan daya tahan mereka," katanya.













2:28 PM | 0 komentar | Read More

JakFringe 2012 Resmi Ditutup di Lippo Mall Kemang


JakFringe 2012 yang digelar sejak 7 hingga 11 November 2012 di Lippo Mall Kemang, Jakarta.

JakFringe 2012 yang digelar sejak 7 hingga 11 November 2012 di Lippo Mall Kemang, Jakarta. (sumber: BERITA SATU/Yanuar Rachman)




Jakarta International Fringe Festival 2012, resmi ditutup Minggu (11/11), setelah selama lima hari, mulai dari tanggal 7-11 November 2012 digelar.

Lippo Mall Kemang menjadi tempat penutupan gelaran kesenian dan komedi terbesar di Asia itu.

Sejumlah tokoh-tokoh nampak hadir dalam seremoni penutupan malam itu, seperti John Riady, Sachin Gopalan, Peter F. Gontha hingga Mari Pangestu.

Gelaran ini sangat luar biasa karena mampu memberikan ruang bagi para pelaku dunia kreatif untuk bisa tampil. Selain itu, event akbar tersebut juga mampu menciptakan sebuah suasana baru yang mampu menjadi sebuah kekuatan pariwisata.

"Mudah-mudahan di tahun depan dan tahun-tahun berikutnya akan lebih baik dan berkembang," ucap Mari Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat memberikan sepatah kata dalam penutupan JakFringe 2012 di Lippo Mall Kemang, Minggu (11/11) malam.

Acara penutupan juga dimeriahkan dengan aksi-aksi beberapa penampil yang ikut berpartisipasi di JakFringe 2012 seperti grup vokal acapella Serenity, Sanggar Anak Akar, Aman Percussion, Zoo Kids, dan yang lainnya dan juga penganugerahan penghargaan kepada para penampil terbaik JakFringe 2012.

Menampilkan lebih dari 200 personil yang mempertontonkan aksi-aksi kesenian dan komedi dalam lima hari penyelenggaraannya, JakFringe 2012 bukan hanya menjadi gelaran Fringe Festival terbesar di Asia, tapi juga mampu menjadi sebuah media yang mengakomodir kebolehan para seniman serta komedian dan dipertemukan dengan para penikmat kesenian dan komedi yang kemudian menghasilkan sebuah apresiasi luar biasa di tahun pertamanya.

2:12 PM | 0 komentar | Read More

Rompes Pecut, Bela Diri Betawi yang Hampir Punah

Written By Unknown on Sunday, November 11, 2012 | 2:55 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Dua pemuda terlibat perkelahian seru di RT 01 RW 04, Balekambang, tepatnya di sebidang lahan tepi Kali Ciliwung, Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur. Menggunakan jurus silat, keduanya berusaha saling melumpuhkan dengan pukulan dan tendangan yang dilancarkan satu sama lain.


Setelah saling serang sekitar 10 menit, seorang pemuda di antaranya berhasil dikalahkan hingga terjatuh. Sadar telah muncul pemenang, dua pemuda itu pun kembali berdiri tegak di posisi masing-masing dan membungkuk, tanda salam kepada orang yang menonton adu jotos itu.


Pertarungan itu bukanlah perkelahian pemuda seperti yang kerap menghiasi layar televisi saat menonton acara berita, yaitu pemuda antarkampung baku hantam akibat hal sepele. Seni bela diri yang ditampilkan kedua pemuda tersebut adalah silat asli Betawi, yakni Rompes.


Rompes adalah salah satu dari belasan jenis seni bela diri asli Betawi. Salah seorang dari tujuh pendekar legenda Betawi bernama (alm) Babeh Sa'aman jadi salah satu tokoh yang menguasai dan mempopulerkan jenis bela diri yang satu ini.


Pria yang dijuluki Bruce Lee Indonesia di dataran Eropa, tempat ia pernah mengajar bela diri kala itu, membuka padepokan bela diri Rompes di tanah Condet. Namun, sepeninggalnya Babeh Sa'aman, membuat padepokan itu tak terurus. Kondisi tersebut tak lantas menghilangkan Rompes dari Condet. Beberapa murid dibantu perangkat kampung membangun kembali sehingga menjadi Perguruan Silat Rompes Pecut.


Fauzi (44) atau yang akrab disapa Bang Oji adalah salah satu mantan murid Babeh Sa'aman yang kini mengajar di Perguruan Silat Rompes Pecut. Saat ditemui Kompas.com beberapa waktu lalu di sebuah bale bambu tepi Ciliwung, tempat dia dan puluhan muridnya berlatih, pria yang dituakan dalam perguruan itu pun rela menceritakan seluk-beluk bela diri Rompes.


"Pertama, harus belajar kuda-kuda dan 12 jurus dasar. Kalau itu sudah paham, baru jurus tunggal atau kembangan. Itu jurus kombinasi dengan jurus dasar. Setelah itu baru jurus masal, ada 71 jurus kombinasi jurus dasar, kembangan sama jurus masal itu sendiri," ujar Bang Oji.


Inti dari seni bela diri Rompes adalah kecepatan tangan. Kata 'pecut' ditambahkan karena ciri khas bela diri Rompes adalah melakukan gerakan sentakan seperti memecut ke wilayah vital korbannya sebelum ia melakukan serangan inti.


Ciri khas bela diri Rompes Pecut yang lainnya adalah ketahanan fisik yang mumpuni. Hal itu dapat dilihat dari ketika bertarung, pendekar Rompes Pecut mengutamakan pertarungan jarak dekat dan bersifat ofensif atas lawannya.


"Beda sama bela diri Betawi lain, misalnya aliran silatnya legenda Betawi, Si Pitung. Kalau Pitung tujuannya bukan mematikan, tapi cukup dengan melumpuhkan, kalau Rompes ini mematikan," katanya.


Di Perguruan Silat Rompes Pecut terdapat 100 orang murid yang memiliki variasi umur berbeda, mulai dari di atas 8 tahun hingga belasan tahun. Untuk waktu penguasaan bela diri Rompes, tiap murid memiliki waktu berbeda-beda. Ada yang dalam waktu tiga bulan seorang murid bisa sampai kepada tingkat jurus massal, namun ada yang memakan waktu hingga satu tahun. Semua tergantung niat serta kemauan murid.


Kini, meski Perguruan Silat Pecut Rompes telah berdidi dan menjadi salah satu perguruan silat yang dikenal di antara dunia persilatan Betawi, tugas Bang Oji dan para murid-muridnya belum selesai. Cita-citanya untuk mengembangkan seni bela diri yang satu ini sehingga bisa naik ke pentas nasional bahkan internasional pun ada di benak seluruh orang di perguruan.


Salah seorang anggota perguruan pun melontarkan pantun menarik. "Buaya mencari makan, melate di waktu pagi. Budaya harus dipertahankan, kalau bukan kite mau siape lagi," ujarnya.






Editor :


Hertanto Soebijoto









2:55 PM | 0 komentar | Read More

LBH Jakarta Sesalkan Union Busting di PT ASDP



Perburuhan


LBH Jakarta Sesalkan Union Busting di PT ASDP





Penulis : Suhartono | Minggu, 11 November 2012 | 13:10 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com -- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyesalkan masih terjadinya kekerasan dan intimidasi terhadap anggota organisasi serikat pekerja (union busting) yang mewadahi para buruh. Aktivis LBH Jakarta Maruli Tua Rajajagukguk, mengungkapkan terjadinya union busting di PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP).


"Bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap buruh dan pekerja PT ASDP adalah berupa intimidasi, mutasi, dan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap pengurus serta Ketua Umum Serikat Pekerja Indonesia Fery (SP-IF). Perusahaan BUMN itu kemudian berusaha menghalang-halangi dan menghambat berbagai kegiatan SP-IF," tutur Maruli, Minggu (11/11/2012) di Jakarta.


Menurut Maruli, manajemen perusahaan juga melarang ketua umum SP-IF masuk kerja atau masuk ke sekretariat SP-IF untuk beraktivitas organisasi. Bahkan, ketua umum SP-IF tidak dibolehkan shalat Jumat di kantor.


"Kami akan menunjukkan data-data tentang tindak pidana anti serikat pekerja di PT ASDP, yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh para pengusaha terhadap pekerja," ungkap Maruli.


















2:54 PM | 0 komentar | Read More

Rekonsiliasi Tragedi 65/66 Tetap Harus Jalan


JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Nurcholis mengatakan, pengembalian berkas penyelidikan tragedi kemanusiaan 1965/1966 oleh Kejagung hanya merupakan masalah teknis hukum. Hal tersebut tidak berdampak pada terhambatnya rekonsiliasi yang dijalin antara korban dan pelaku.

"Sebagaimana rekomendasi Komnas HAM nomor dua, rekonsiliasi dapat terus dilaksanakan," kata Nurcholis pada KOMPAS.com, Jakarta, Minggu (11/11/2012).

Rekomendasi Komnas HAM itu menyebutkan hasil penyelidikan dapat diselesaikan dalam mekanisme non yudisial. Hal itu sesuai Pasal 47 Ayat (1) dan (2) UU No 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM untuk menjamin keadilan bagi korban.

Nurcholis mengungkapkan, Komnas HAM diberi waktu 30 hari oleh Kejagung untuk melengkapi berkas. Berkas yang dirasa tidak lengkap menyangkut masalah formil dan materil.

Ketidaklengkapan masalah formil itu meliputi empat hal. Pertama, setiap pemeriksaan harus ditutup sumpah jabatan. Kedua, belum adanya pengadilan ad hoc. Ketiga, masalah penomoran. Terakhir, Komnas HAM diminta menyodorkan pelaku.

"Mengenai penomoran, itu bisa cepat diperbaiki Komnas HAM," tambahnya.

Sementara masalah ketidaklengkapan materil dibagi dua. Pertama, menyangkut delik dari keterangan saksi pelanggaran HAM berat. Itu, terang Nurcholis, sudah diatur dalam Undang-undang Pengadilan HAM. Kedua, Komnas HAM dalam laporannya harus menyajikan alat bukti atas peristiwa tersebut.

"Semua itu akan dipelajari, dirapatkan dan dimungkinkan untuk dilengkapi," pungkasnya.

Sebelumnya, Kejagung meminta Komnas HAM melengkapi berkas kasus pelanggaran HAM berat 1965-1966 pekan lalu.







Editor :


Ana Shofiana Syatiri









2:43 PM | 0 komentar | Read More

Kalahkan Federer, Del Potro Raih Tiket Terakhir ke Semifinal



ATP World Tour Finals


Kalahkan Federer, Del Potro Raih Tiket Terakhir ke Semifinal





Minggu, 11 November 2012 | 00:08 WIB













LONDON, Kompas.com - Juan Martin del Potro meraih tiket semifinal turnamen akhir tahun ATP World Tour Finals yang berlangsung di London. Pada pertandingan terakhir penyisihan Grup B yang berlangsung di O2 Arena, Sabtu (10/11/2012), Del Potro menang 7-6, 4-6, 6-3 atas pemain nomor dua dunia, Roger Federer.

Petenis jangkung Argentina ini mengamankan satu tiket tersisa dari Grup B dengan rekor kemenangan 2-1, sama seperti yang dimiliki Federer, sang juara bertahan. Federer sudah lebih dulu memastikan diri menuju semifinal berkat kemenangan di dua pertandingan awal turnamen yang menggunakan sistem round-robin ini.

Hari terakhir pertandingan Grup B ini dimulai dengan tujuh skenario. Tetapi kemenangan tiga set ini membawa pemain nomor tujuh dunia tersebut berhasil melewati rintangan untuk melangkah ke semifinal tanpa harus menunggu hasil pertandingan antara David Ferrer vs Janko Tipsarevic.

Meskipun demikian, duel Ferrer dan Tipsarevic sedikit memberikan pengaruh walaupun hanya untuk menentukan peringkat akhir di Grup B. Jika Tipsarevic menang, maka Del Potro akan menjadi juara grup dan bertemu runner-up Grup A, Andy Murray. Tetapi jika sebaliknya, Ferrer yang menang, maka Federer yang menjadi juara grup karena unggul persentase set, sehingga Del Potro akan bertemu juara Grup A, Novak Djokovic.







Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo















2:28 PM | 0 komentar | Read More

Lenong Hadir di Jakfringe


Ilustrasi: Penampilan lenong oleh Teater Universitas Dr Moestopo

Ilustrasi: Penampilan lenong oleh Teater Universitas Dr Moestopo (sumber: Beritasatu/ Chairul Fikrie)




Mereka mencoba mengajak penonton yang hadir di Mall Kemang Village untuk masuk kedalam lingkungan masyarakat betawi.

Festival kesenian internasional, Jakarta Internasional Fringe Festival 2012 (Jakfringe), tidak hanya menampilkan kesenian kelas atas, tapi juga yang kini dianggap pinggiran, yaitu lenong.

Diusung oleh Teater Universitas Dr. Moestopo, suasana betawi dihadirkan di lingkungan modern yakni Mall. Dengan rasa percaya diri tinggi mereka mencoba mengajak penonton yang hadir di Mall Kemang Village untuk masuk kedalam lingkungan masyarakat betawi.

Menurut Zalina, salah satu anggota Teater Universitas Dr. Moestopo, keikutsertaan mereka di ajang Jakfringe kali ini ingin menjawab tantangan beberapa kalangan bahwa generasi muda masih mampu menampilkan budaya tanah air.

"Ya keikutsertaan kita sebenarnya ingin menjawab tantangan bahwa generasi muda masih mampu menampilkan kesenian tradisonal, dan keikut sertaan mereka untuk melestarikan budaya tanah air, Khususnya budaya Betawi," katanya.

Zalina mengaku memang sulit menghadirkan nuansa betawi dilingkungan modern seperti mall ini, namun dia optimistis mampu menghadirkan nuansa betawi saat pagelaran mereka.

"Kami cukup optimis dengan logat dan busana kami cukup menumbuhkan nuansa betawi di acara Jakfringe ini," tuturnya.

Para personel yang ikut berperan dalam pagelaran Jakfringe ini membutuhkan waktu sekitar 1 bulan untuk pencarian ide cerita dan pematangan konsepnya.

Zalina menginginkan Jakfringe diselenggarakan secara rutin, sebagai wadah penyaluran aspirasi dan menunjukan performanya.

"Ya kita berharap acara Jakfringe semacam ini dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai wadah bagi kita-kita yang pemula untuk menunjukan performa kita setelah kita berlatih," kata Zalina.

Tak kurang 200 musisi tampil dalam acara festival Jakfringe yang diselenggaraakan selama 3 hari.

2:12 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger