Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Enung, Ibu Bayi Korban BMW Maut, Belum Tahu Anaknya Meninggal

Written By Unknown on Wednesday, January 2, 2013 | 2:55 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Enung (34), ibu dari Muhammad Rehan (1,5), belum tahu anaknya menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut antara BMW X5 yang dikemudikan Rasyid Rajasa dengan Daihatsu Luxio yang ditumpanginya, Selasa (1/1/2013) kemarin. Enung bersama putranya, Ripal (8), turut menjadi korban luka dari kecelakaan yang terjadi di Tol Jagorawi Km 3,5 itu. Ia masih dirawat di Rumah Sakit Polri Bhayangkara Raden Said Sukanto, Jakarta Timur.

"Belum sampai ke situ. Supaya pasien tenang dulu, baru kita akan informasikan," ujar Dokter Yayok Ms. Spdk, Kepala Sub Pelayanan Medik RS Polri, kepada wartawan, Rabu (2/1/2013).

Yayok mengungkapkan, sejak dibawa ke RS Polri, Selasa pagi, sesaat setelah kejadian, kedua korban dalam kondisi stabil meski mengalami sejumlah luka lecet dan benturan. Keduanya ditangani beberapa dokter, yakni dokter spesialis anak, dokter bedah dan dokter saraf.

"Nyonya E kondisinya stabil, beberapa luka di tangan dan mengeluh pusing. Kalau untuk R, penanganan sekarang luka, nanti komprehensif termasuk psikolog," lanjutnya.

Atas keluhan tersebut, kedua pasien dilakukan serangkaian pemeriksaan mulai dari CT scan, pemeriksaan darah dan pemeriksaan laboratorium. Hasil dari serangkaian pemeriksaan itu, lanjut Yayok, bisa diketahui tiga hingga empat hari ke depan. Hingga kini, Enung dan Ripal masih dirawat di Unit Cendrawasih RS Polri. Enung dirawat di ruangan 4, sementara Ripal dirawat di ruangan 6. Turut mendampingi sanak saudara dari Enung dan Ripal. Sementara, Rehan telah dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di kampung halamannya, Ciaul, Kababungan, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu pagi. 






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary









2:55 PM | 0 komentar | Read More

Flu Burung "Subclade" Baru Menyebar ke Sektor Publik




Penelitian Balitbang Pertanian


Flu Burung "Subclade" Baru Menyebar ke Sektor Publik





Penulis : Hermas Effendi Prabowo | Rabu, 2 Januari 2013 | 13:32 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian menyatakan, penelitian yang dilakukan menemukan virus flu burung subclade terbaru, 2.3.2, yang selama ini banyak menyerang itik atau bebek, telah menyebar ke sektor publik atau pasar.




Artinya virus tersebut berisiko menyebar ke unggas lainnya, bahkan ke manusia.




Artinya virus tersebut berisiko menyebar ke unggas lainnya, bahkan ke manusia.


Menurut Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Balitbang Pertanian Kementan Hardiman, Rabu (2/1/2013), di Jakarta, virus flu burung subclade 2.3.2 ini berdasar hasil penelitian Balitbang Pertanian bukan berasal dari mutasi virus clade 2.1 sebelumnya, melainkan merupakan introduksi dari luar negeri.


Sampai saat ini, jenis virus burung yang ada di Indonesia dan masih bersirkulasi adalah clade 2.1 dengan subclade 2.1.1, 2.1.2, 2.1.3 dan telah menginveksi unggas dan manusia.



















2:54 PM | 0 komentar | Read More

Kepolisian Harus Transparan dalam Penanganan Kasus Rasyid Rajasa


JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian harus terbuka dan transparan pada media terkait proses hukum kasus kecelakaan yang melibatkan putra bungsu Menko Perekonomian Hatta Rajasa, M Rasid Amrullah Rajasa (22). Hal itu disampaikan Guru Besar Peguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Bambang Widodo Umar menanggapi kecelakaan maut BMW X5 bernomor polisi B 272 HR dan Daihatsu Luxio F 1622 CY,  yang merenggut dua korban jiwa.

"Harus terbuka dan tidak ada yang disembunyikan. Meskipun itu anak pejabat, informasi proses hukum harus dipandang sama," kata Bambang saat dihubungi, Jakarta, Rabu (2/1/2012).

Bambang menjelaskan, sulitnya para wartawan mendapatkan informasi seputar kecelakaan itu sangat disayangkan. Menurutnya, hal itu akan menjadi preseden buruk bagi citra lembaga penegak hukum. Pasalnya, keterbukaan informasi akan membuktikan kepolisian independen menangani kasus itu.

"Jika tidak terbuka, hal itu akan menjadi bumerang bagi kepolisian sendiri," terangnya.

Sebelumnya, saat peristiwa terjadi, para wartawan mengalami kesulitan dalam menghimpun informasi. Pihak terkait, baik kepolisian maupun Jasa Marga, terkesan menutup-nutupi informasi kecelakaan ini. Kejanggalan pertama, terjadi saling lempar informasi ketika pewarta mencoba mengonfirmasi kepada Kepala Satuan Patroli Jalan Raya Polda Metro Jaya AKBP Jazari. Menurut Jazari, kasus kecelakaan tersebut tidak ditangani oleh pihaknya, melainkan oleh Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Timur karena masih berada di area Jakarta Timur. Namun, saat dikonfirmasi ke Kepala Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Timur AKBP Soepoyo, informasi pun tak kunjung didapat. Menurutnya, kasus kecelakaan tersebut ditangani oleh Polda Metro Jaya, mengingat lokasi kecelakaan berada di dalam tol atau istilah yang biasa digunakan yakni "dalam pagar". Konfirmasi pun mentok.

Hal serupa juga terjadi saat para wartawan hendak mengonfirmasi hal tersebut ke pihak terkait lainnya, yakni Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya yang sebelumnya aktif dalam menginformasikan peristiwa kecelakaan di jalan, baik dalam kota maupun luar kota. Demikian juga Kepala Unit Patroli Jalan Raya Jagorawi, pejabat yang seharusnya mengetahui segala peristiwa yang terjadi di wilayah tugasnya.

Kejanggalan lain yang ditemukan adalah ketika mencoba mengonfirmasi peristiwa kecelakaan kepada petugas call center Jasa Marga. Call Center Jasa Marga juga merupakan sarana untuk mengetahui berbagai peristiwa di dalam tol. Winda, salah satu petugas, kala itu tak menyebutkan dua huruf pelat nomor mobil yang dikemudikan oleh putra menteri tersebut. Menurutnya, Jasa Marga hanya mendapatkan informasi di lapangan bahwa pelat mobil BMW maut tersebut adalah B 272. Padahal, pelat nomor aslinya, yakni B 272 HR. Dua huruf, HR pada pelat mobil mewah itu cukup identik dengan inisial sang ayah, Hatta Rajasa. Terlebih, ia tak menyebutkan pengemudi BMW maut itu. 

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Insiden BMW Maut di Tol Jagorawi






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary









2:43 PM | 0 komentar | Read More

Mundur di Brisbane, Sharapova Berharap Tampil di Australia Terbuka


BRISBANE, KOMPAS.com - Tahun lalu, Maria Sharapova juga tidak sempat berlatih lama, namun mampu melaju sampai ke final Australia Terbuka. Di tahun 2013, hal yang sama terulang lagi dimana cedera tulang leher membuatnya mengundurkan diri dari turnamen Brisbane Internasional.


Petenis nomor dua dunia ini mengundurkan diri dari Brisbane, dengan alasan cedera yang sama dimana dia juga mundur dari pertandingan eksibisi di Korea Selatan minggu lalu. Sharapova sedianya akan bertanding hari Selasa (1/1) melawan petenis tuan rumah Jarmila Gajdosova.


Menurut Brisbane Times, dalam jumpa pers, Sharapova dengan cepat mengatakan bahwa cedera tidak akan menjadi masalah untuk tampil di Australia Terbuka yang dimulai 17 Januari di Melbourne. Tahun lalu, Sharapova juga sempat menderita cedera pergelangan kaki, dan tidak terjun di turnamen pemanasan, namun maju ke final.


Menurut laporan koresponden Kompas di Australia L. Sastra Wijaya, Sharapova sekarang akan langsung ke Melbourne untuk mempersiapkan diri.


"Saya masih punya waktu untuk mempersiapkan diri. Saya sudah di jalur yang benar, latihan berjalan baik, dan saya tidak mau mengalami kemunduran dari persiapan yang sudah saya lakukan selama ini." kata petenis asal Rusia tersebut.


Sharapova sudah mengadakan konsultasi dengan dokternya di New York, yang menyarankan agar dia melanjutkan penyembuhan cedera tulang lehernya, dari pada terjun di Brisbane dimana 8 dari 10 petenis terbaik putri dunia berlaga.


Dia mengatakan hasil di Australia tahun lalu dimana dia kalah di final dari Victoria Azarenka, membuktikan bahwa dia tidak perlu harus turun di turnamen pemanasan sebelum terjun di turnamen grandslam.


"Yang lebih penting adalah saya sehat dan fit, daripada terjun di pertandingan pemanasan." kata Sharapova.


"Tahun lalu di Melbourne, menjadi contoh bagus dan itu bukan yang pertama kali. Yang penting bagi saya adalah terjun di turnamen seperti Australia Terbuka, penuh percaya diri bahwa saya sehat dan fit. Saya tidak perlu terjun di lima turnamen untuk merasakan hal tersebut." kata Sharapova lagi.












2:28 PM | 0 komentar | Read More

The Hobbit Kuasai Box Office Hingga Pekan Terakhir 2012


Salah satu karakter dalam film The Hobbit.

Salah satu karakter dalam film The Hobbit. (sumber: New Line Cinema)




Film fantasi 3-D yang disutradarai Peter itu telah meraup sebanyak US$32,9 juta dari penjualan tiket

Kisah fantasi paling akhir Peter Jackson "The Hobbit: An Unexpected Journey", yang melambung berkat musim liburan dan pujian dari mulut ke mulut, mampu bertahan di posisi puncak box office akhir pekan Amerika Utara selama tiga pekan berturut-turut.

Film fantasi 3-D yang disutradarai Peter itu telah meraup sebanyak US$32,9 juta dari penjualan tiket selama akhir pekan lalu, cukup untuk memperpanjang kejayaannya di posisi No.1 pada akhir pekan ketiga, kata distributornya, Warner Bros. Film tersebut diperkirakan bisa mengantungi US$222,7 juta selama 17 hari pemutaran.

"Django Unchained", film Barat yang ditulis dan disutradarai oleh Qunetin Tarantino, mendekati "The Hobbit" dan bertengger di tempat kedua dengan pemasukan US$30,7 juta, kata distributor film itu, The Weinstein Co.

Kisah pahlawan jaman perbudakan tersebut yang hadir di 3.010 lokasi pada Hari Natal kebanyakan menarik perhatian kaum perempuan, yang merupakan 46 persen penontonnya pada akhir pekan lalu. Orang yang menontonnya memberi film tersebut CinemaScore "A-", yang berarti bagus buat bisnis pada masa depan.

Film itu menampilkan bintang dengan nama besar Jamie Foxx, Christoph Waltz dan Leonardo DiCaprio dan menelusuri perjalanan seorang budak yang dibebaskan dan menjelajahi Amerika guna menyelamatkan istrinya dari seorang pemilik pertanian kharismatik serta kejam.

Film tersebut telah meraih US$64 juta selama enam hari penayangan, demikian laporan Xinhua, Senin (31/12).

Film musikal yang diluncurkan Universal, "Les Miserable", menempati posisi ketiga dengan penghasilan US$28 juta dari hasil penjualan tiket selama masa Jumat-Ahad. Film itu yang digarap oleh Tom Hooper dan menampilkan bintang Hugh Jackman, Russel Crowe serta Anne Hathaway juga hadir di bioskop pada Hari Natal di 2.814 lokasi di Amerika Serikat serta Kanada. Film tersebut juga menarik minat kaum perempuan, 67 persen penonton, pada akhir pekan.

Tempat keempat diisi oleh film lain yang memulai penayangan pada Hari Natal, "Parental Guidance" yang diperkirakan mengantungi US$14,8 juta. Film komedi keluarga itu, yang dibintangi oleh Billy Crystal, Bette Midler dan Marisa Tomei, selama enam hari telah meraup US$29,6 juta. Film yang diluncurkan oleh 20th Century Fox itu meraih "A-" dalam CinemaScore yang menjadi tanda pendorong dan meramalkan kejayaannya.

Akhir pekan terakhir 2012 tersebut memberi pemasukan US$10,8 miliar, penghasilan tertinggi, dan peningkatan enam persen penonton dibandingkan dengan tahun lalu.

Berikut adalah film lain yang menempati posisi 10 teratas film paling populer pada akhir pekan lalu di Amerika Utara "Jack Reacher" (US$14 juta), "This Is 40" (US$13.2 juta), "Lincoln" (US$7.5 juta) "The Guilt Trip" (US$6.7 juta), "Monsters Inc. 3-D" (US$6.7 juta), dan "Rise Of The Guardians" (US$4.9 juta).

2:12 PM | 0 komentar | Read More

Ini Kronologi Penodongan di Angkot M06A

Written By Unknown on Tuesday, January 1, 2013 | 2:55 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Dua orang pelaku penodongan di dalam angkutan kota Mikrolet 06A, yaitu Muhammad Irawan (22) dan Mukti Ginanjar (20), berhasil ditangkap Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur. Dengan demikian, kasus kejahatan jalanan di dalang angkutan kota tersebut terungkap.


Kejadian bermula saat angkot jurusan Kampung Melayu-Gandaria dengan nomor polisi B 1161 VT yang dikemudikan sopir tembak bernama Yohanes Siahaan (17) tersebut mengangkut enam penumpang di Jalan Bekasi Timur, depan Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (28/12/2012) sekitar pukul 23.00 WIB. Enam penumpang tersebut terdiri dari dua orang perempuan di bagian depan, Rizki Firmansyah (17) di kursi empat, M Abduloh Azam (16) dan M Marfaiz Nurajri (17) di kursi enam, serta Haerudin (42) di kursi empat bagian pojok.


Sementara dua pelaku, naik sekitar 20 meter dari depan Stasiun Jatinegara. Adapun dua penumpang perempuan turun tak lama sejak pelaku naik angkot Daihatsu Grand Max itu. "Pelaku berorasi di dalam angkot. Selesai dari itu tersangka meminta uang ke korban, kalau tidak memberi, tersangka menodongkan senjata tajam, dikasih Rp. 10.000," ujar Kepala Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Mulyadi Kaharni saat konferensi persnya, Selasa (1/1/2013).


Dua pelaku masing-masing menggunakan senjata tajam jenis pisau. Keduanya duduk di dekat pintu angkot. Irawan duduk di sebelah Rifki di bangku empat dan Mukti duduk di bangku tambahan. Saat Mukti menodongkan pisau ke para pelaku, Irawan menodongkan pisaunya ke pinggang sang sopir agar tak berhenti melaju.


"Tersangka bernama Mukti, menusuk-nusukan pisaunya ke paha korban atas nama Rifki sampai mengalami luka, tersangka minta rokok juga sama korbannya," ujarnya.


Aksi meresahkan tersangka sempat mendapat tentangan dari Haerudin. Namun, hal tersebut tidak cukup menghentikan aksi pelaku yang merupakan pengangguran itu. Tersangka tetap memaksa tiga korbannya yang masih remaja untuk memberikan uang, ponsel dan dompetnya.


Resah dengan aksi tersangka, Rifki, penumpang yang berada tepat di depan pintu berinisiatif untuk melarikan diri. Ia menerobos kedua pelaku dan melompat ke luar angkutan kota yang tengah melaju dengan kecepatan sekitar 40 hingga 45 kilometer per jam. Hal itu pun diikuti rekannya.


"Si Rifki dulu melompat, baru si Azam. Haerudin lompat bukan dari pintu, melainkan dari jendela angkot. Terakhir korban Marfaiz yang melompat dari pintu lagi," kata Mulyadi.


Atas insiden itu lah, Rifki, Azam dan Marfaiz mengalami luka lecet dan memar di sekujur tubuh termasuk tangan akibat benturan dan gesekan dengan aspal jalan. Nahas bagi Haerudin, ia meregang nyawa akibat patah di bagian leher dan benturan di kening bagian kiri. Pasalnya, saking paniknya, Haerudin melompat dari jendela dengan lebar sekitar 30x20 sentimeter itu dengan posisi kepala terlebih dahulu membentur aspal jalan.


Keempat korban jatuh terpisah. Rifki melompat di Jalan DI Panjaitan, dekat Pasar Gembrong, Azam melompat di Jalan DI Panjaitan, dekat kantor Samsat Jakarta Timur, sementara Haerudin dan Marfaiz melompat berjarak 20 meter setelahnya.


Setelah melihat korbannya melarikan diri, dua tersangka pun melarikan diri ke arah TPU Kebon Nanas, Cipinang Muara. Setelah tersangka melarikan diri, sang sopir meminggirkan kendaraannya ke kantor Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Timur untuk melaporkan tindakan kejahatan yang baru dialaminya. Petugas pun kemudian menyisir Jalan DI Panjaitan untuk menolong korban untuk kemudian dibawa ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit UKI, Cawang, Jakarta Timur.


Mulyadi mengungkapkan, kasus tersebut telah tuntas diselidiki. Dua tersangka berhasil diciduk pada jelang malam pergantian tahun baru, Senin (31/12/2012) di tempat persembunyiannya di Buaran, Duren Sawit Jakarta Timur. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau bergagang kayu, sebilah pisau lipat dan empat buah ponsel, diduga hasil kejahatan selama ini.


"Tersangka kami jerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 12 tahun penjara," kata Mulyadi.






Editor :


Hertanto Soebijoto









2:55 PM | 0 komentar | Read More

Setelah Rugi, Kini PT RNI Raih Laba Rp 450 Miliar


SIDOARJO, KOMPAS.com- Salah satu perusahaan BUMN, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), akhirnya mampu mencetak laba hingga Rp 450 miliar. Itu baru laba hasil konsolidasi, diperkirakan laba bersihnya nanti sekitar Rp 300 miliar.


Ini merupakan pencapaian spektakuler bagi RNI karena selama 48 tahun berdiri, perusahaan yang banyak bergerak dalam industri gula ini tidak pernah mencatat laba yang spektakuler. Laba tertinggi RNI tahun 2009 Rp 118 miliar, itu pun karena ada penjualan aset perusahaan, bukan laba operasional bisnis. Sebelumnya, secara konsolidasi selalu di bawah Rp 100 miliar.


Pada tahun 2011, PT RNI membukukan kerugian Rp 68,4 miliar. Namun, setelah Menteri BUMN Dahlan Iskan merombak direksi PT RNI pada bulan Maret 2012, kinerja perusahaan ini melejit.


"Alhamdulillah, kinerja RNI naik hingga 500 persen hanya dalam waktu sembilan bulan. Ini di luar ekspektasi pemegang saham (Kementerian BUMN)," ujar Dirut PT RNI Ismed Hasan Putro, saat berkunjung ke Pabrik Gula Candi Baru di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (31/12/2012).


Menurut Ismed, keuntungan perusahaan juga dirasakan para karyawan. Mereka mendapatkan kenaikan jasa produksi atau jasprod yang besar. Bahkan, karyawan pabrik gula di Malang yang berada di bawah PT Rajawali I, bisa memperoleh jasprod hingga 15 kali gaji.


"Jasa produksi itu akan dibagikan nanti bulan Januari 2013," kata Ismed.


Kenaikan jasa produksi itu dirasakan semua karyawan, mulai dari level pimpinan, general manager, hingga sopir. Terdapat empat anak perusahaan yang telah memberikan kontribusi pada laba RNI, yakni pabrik gula (Rajawali I dan II), perusahaan sawit (Mitra Ogan) di Sumatera Selatan, perusahaan farmasi (Phapros), dan PT Nusindo.


Dari empat perusahaan tersebut, pabrik gula menyumbang 70 persen terhadap laba perusahaan. Bahkan, lanjut Ismed, PT Rajawali I yang mengelola tiga pabrik gula di Jawa Timur mampu meraup laba hingga Rp 190 miliar.


Ismed menjelaskan, strategi yang dilakukan manajemen baru RNI ada empat hal. Pertama, melakukan efisiensi secara ketat. Kedua, melakukan strategi baru dalam penjualan gula dengan memasuki pasar ritel. Ketiga, mengubah budaya kerja. Keempat, menghapuskan budaya ngentit (mencuri) gula, pengadaan, dan lain-lain.


Menurut Ismed, anak perusahaan yang masih rugi adalah perusahaan pabrik kulit (PT Tanjung Sari) dan pabrik kondom di Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.






Editor :


Marcus Suprihadi









2:54 PM | 0 komentar | Read More

PKS Beri Penghargaan Pada Agus Chaerudin





PKS Beri Penghargaan Pada Agus Chaerudin





Penulis : Imam Prihadiyoko | Selasa, 1 Januari 2013 | 13:40 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Bidang Kebijakan Publik DPP Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nurwahid mengatakan, PKS ingin memulai tahun 2013 dengan sikap optimis, jujur, dan amanah.


"Bangsa ini membutuhkan perilaku positif, untuk menjadi sunnah hasanah, contoh yang lebih baik," ujar Hidayat di Jakarta, Selasa (1/1/2013) di Markas Dakwah DPP PKS di Jakarta saat memberikan Award Kejujuran pada Agus Chaerudin, yang telah mengembalikan uang Rp 100 juta yang dia temukan di tempatnya bekerja.


PKS, menurut Hidayat, mengapresiasi hadirnya sikap jujur dan amanah, yang diharap jadi inspirasi bangsa ini. "Komitmen menghadirkan kejujuran inilah yang dibutuhkan negeri ini," ujarnya.


Luthfi Hasan Ishaaq, presiden PKS mengatakan, PKS sebagai partai kader sangat mengapresiasi kejujuran. "Kejujuran ini bisa menjadi icon warga yang berkarakter," ujarnya.


Lutfhi mengatakan, PKS akan memberikan penghargaan untuk berumroh pada Agus, istri dna kedua orangtuanya. Agus mengatakan, dirinya selalu berharap ridho kedua orangtua agar selalu mendapat keberkahan.


















2:43 PM | 0 komentar | Read More

Mundur di Brisbane, Sharapova Berharap Tampil di Australia Terbuka


BRISBANE, KOMPAS.com - Tahun lalu, Maria Sharapova juga tidak sempat berlatih lama, namun mampu melaju sampai ke final Australia Terbuka. Di tahun 2013, hal yang sama terulang lagi dimana cedera tulang leher membuatnya mengundurkan diri dari turnamen Brisbane Internasional.


Petenis nomor dua dunia ini mengundurkan diri dari Brisbane, dengan alasan cedera yang sama dimana dia juga mundur dari pertandingan eksibisi di Korea Selatan minggu lalu. Sharapova sedianya akan bertanding hari Selasa (1/1) melawan petenis tuan rumah Jarmila Gajdosova.


Menurut Brisbane Times, dalam jumpa pers, Sharapova dengan cepat mengatakan bahwa cedera tidak akan menjadi masalah untuk tampil di Australia Terbuka yang dimulai 17 Januari di Melbourne. Tahun lalu, Sharapova juga sempat menderita cedera pergelangan kaki, dan tidak terjun di turnamen pemanasan, namun maju ke final.


Menurut laporan koresponden Kompas di Australia L. Sastra Wijaya, Sharapova sekarang akan langsung ke Melbourne untuk mempersiapkan diri.


"Saya masih punya waktu untuk mempersiapkan diri. Saya sudah di jalur yang benar, latihan berjalan baik, dan saya tidak mau mengalami kemunduran dari persiapan yang sudah saya lakukan selama ini." kata petenis asal Rusia tersebut.


Sharapova sudah mengadakan konsultasi dengan dokternya di New York, yang menyarankan agar dia melanjutkan penyembuhan cedera tulang lehernya, dari pada terjun di Brisbane dimana 8 dari 10 petenis terbaik putri dunia berlaga.


Dia mengatakan hasil di Australia tahun lalu dimana dia kalah di final dari Victoria Azarenka, membuktikan bahwa dia tidak perlu harus turun di turnamen pemanasan sebelum terjun di turnamen grandslam.


"Yang lebih penting adalah saya sehat dan fit, daripada terjun di pertandingan pemanasan." kata Sharapova.


"Tahun lalu di Melbourne, menjadi contoh bagus dan itu bukan yang pertama kali. Yang penting bagi saya adalah terjun di turnamen seperti Australia Terbuka, penuh percaya diri bahwa saya sehat dan fit. Saya tidak perlu terjun di lima turnamen untuk merasakan hal tersebut." kata Sharapova lagi.












2:28 PM | 0 komentar | Read More

D'Masiv Belum Ingin Rilis Album Recycle


Album terbaru D'masiv berjudul,

Album terbaru D'masiv berjudul, "Persiapan"




Grup yang sukses dengan lagu Cinta Ini Membunuhku itu belum tertarik melansir album daur ulang berisi lagu-lagu lawas.

Memasukkan sebuah lagu daur ulang berjudul Pergilah Kasih yang sebelumnya dipopulerkan oleh almarhum Chrisye, grup musik D'Masiv melalui vokalis mereka, Rian, menjelaskan  bahwa lagu tersebut telah memberikan dampak positif bagi bandnya.

"Kita bisa melebarkan sayap juga, banyak tawaran di acara gathering dan kementrian, karena yang nonton itu usianya rata-rata 40 tahunan. Semoga lagu itu membawa keberuntungan bagi D'masiv," terangnya saat dijumpai di kawasan Ancol hari Minggu (30/12).

Lebih lanjut dijelaskan Rian bahwa Pergilah Kasih mendapat respon yang cukup positif dari para penikmat musik tanah air. Namun, kedepannya grup pelantun Cinta Ini Membunuhku itu belum ingin membuat sebuah album yang berisi lagu-lagu daur ulang.

"Ini lagu pertama D'Masiv mendaur ulang lagu orang. Kebetulan dapatnya lagu legendaris om Chrisye," paparnya.

2:12 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger