Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Tommy Berdalih Hanya Melanggar Kode Etik

Written By Unknown on Monday, November 5, 2012 | 2:43 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Pegawai Direktorat Jenderal Pajak Tommy Hindratno membantah menerima suap terkait kepengurusan restitusi pajak PT Bhakti Investama (PT HIP). Tommy berdalih sudah melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi uang Rp 280 juta yang diterimanya dari James Gunarjo. Hal ini disampaikan Tommy melalui nota keberatan atau eksepsi yang dibacakan tim pengacaranya dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (5/11/2012).

“Jaksa penuntut umum tidak memerhatikan Pasal 12 c Ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ketentuan sebagaimanan dimaksud dalam pasal 12 b tidak berlaku jika si penerima melaporkan gratifikasinya kepada KPK, paling lambat 30 hari kerja,” kata salah satu pengacara Tommy, Tito Hananta.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan pada persidangan sebelumnya, jaksa KPK menilai Tommy menerima suap seperti termuat dalam Pasal 12 huruf b, Pasal 5 ayat 2, atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Menurut jaksa, Tommy menerima  Rp 280 juta dari komisaris PT BHIT Antonius Tonbeng melalui James Gunarjo sebagai imbalan karena telah memberikan data atau informasi mengenai hasil pemeriksaan Ditjen Pajak terkait proses pengajuan klaim restitusi pajak PT BHIT senilai Rp 3,4 miliar, sehingga diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB).

Sementara menurut tim pengacara Tommy, perbuatan kliennya yang membocorkan informasi dan data terkait pemeriksaan Ditjen Pajak itu bukanlah pelanggaran tindak pidana, melainkan pelanggaran kode etik semata.

“Kesalahan yang diuraikan tersebut adalah pelanggaran kode etik terdakwa sebagai sebagai pegawai Ditjen Pajak,” ucap Tito.

Apalagi, lanjutnya, informasi dan data yang dibocorkan Tommy kepada James tersebut merupakan informasi publik atau bukan termasuk rahasia negara. Tim pengacara Tommy juga menyampaikan kalau kliennya tidak patut didakwa melakukan penyelewengan jabatan sebagai pegawai Ditjen Pajak.

Tito mengatakan, Tommy yang saat itu menjabat Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi Pajak KPP Pratama Sidoarjo tersebut tidak berwenang mengurusi pajak PT BHIT yang berlokasi di Jakarta.

“Yang punya kewenangan adalah pegawai pajak yang bertugas di Jakarta sesuai dengan domisili PT BHIT. Sehingga tidak ada kewenangan yang disalahgunakan terdakwa,” ujarnya.

Pihak Tommy pun berdalih kalau uang Rp 280 juta diberikan James kepadanya sebagai pembayaran utang.  “Sangat jelas kalau kesalahan terdakwa seperti yang diuraikan penuntut umum, kesalahannya hanyalah kode etik. Dapat disimpulkan bahwa dakwaan tidak cermat dan tidak jelas, oleh karenanya dakwaan harus dinyatakan batal demi hkkum,” ucap Tito.

Untuk diketahui, dalam kasus ini, James Gunarjo sudah dinyatakan bersalah menyuap Tommy terkait kepengurusan restitusi pajak PT BHIT. Staf Pembukuan/Advicer PT Agis Electronik itu pun dihukum tiga tahun enam bulan penjara. Sementara Antonius, masih berstatus sebagai saksi dalam kasus ini.







Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary









2:43 PM | 0 komentar | Read More

Tomic Mengaku "Ngebut"




Tomic Mengaku "Ngebut"





Senin, 5 November 2012 | 14:20 WIB












GOLD COAST, Kompas.com - Bintang muda tenis Australia, Bernard Tomic mengaku tengah "ngebut" saat tertangkap polisi pada Januari lalu.

Dalam persidangan  di Southport, Senin (5/11), Tomic mengakui dua dari tiga tuduhan telah mengendarai kendaraan melebihi batas kecepatan yang diijinkan.

Pengacara Tomic, Chris Nyst menyebut kliennya telah mengakui tuduhan ngebut, namun membantah mengabaikan perintah polisi untuk menghentikan kendaraannya.

Menurut Nyst, Tomic mengikitu perintah polisi yang pertama untuk langsung memacu kendaraannya untuk pulang dan tidak mendengar permintaaan berikutnya untuk menghentikan kendaraan.

Bernard Tomic dianggap sebagai bintang muda AUstralia. Namun sikapnya yang labil dan ugal-ugalan membuat prestasinya belakangan merosot.







Editor :


A. Tjahjo Sasongko















2:28 PM | 0 komentar | Read More

Sineas Asing Kritik Kriteria Film Sukses Sineas Indonesia


Kru, bintang, dan artis film 5 Cm.

Kru, bintang, dan artis film 5 Cm. (sumber: Yanuar Rahman/Beritasatu.com)




Penggiat dunia film Indonesia masih beranggapan tolak keberhasilan adalah ketika mampu membuat film berdurasi panjang untuk diputar di bioskop.

Pengamat film dokumenter dan Sineas asal Amerika Serikat (AS) Michael Sheridan menilai penggiat dunia film di Indonesia yang beranggapan hasil karyanya bisa dibilang sukses ketika mampu membuat film berdurasi panjang untuk diputar di bioskop adalah cara pandang yang salah.

"Kalau di Indonesia para pembuat film dokumenter atau pendek dinyatakan orang yang gagal membuat karya tersebut," kata Sheridan, di sela-sela pelatihan peningkatan kualitas film, di Kuta, Bali, Minggu (11/4).

Menurut Sheridan, cara pandang seperti itu harus segera diperbaiki sehingga tidak membuat para penggiat yang lainnya merasa gagal atau dipojokkan. "Padahal di negara saya film pendek menjadi fokus industri itu," ungkap dia.

Meski demikian, Sheridan mengakui pembuat film di Indonesia memang memiliki kreativitas yang luar biasa. Dia mengaku sangat kagum akan antusias komunitas film saat mengunjungi beberapa kota besar yang ada di Indonesia.

"Mereka punya energi dan kreativitas yang luar biasar sehingga komunitas atau seniman film di negeri ini memiliki kekayaan karya yang berbeda dengan berbagai negara yang pernah saya kunjungi," tandas dia.

2:12 PM | 0 komentar | Read More

Bang Udin, Raja Pantun dari Ciliwung-Condet

Written By Unknown on Sunday, November 4, 2012 | 2:55 PM


JAKARTA, KOMPAS.COM - "Beli rume di Manggarai, tempatnya dulu sarang narkoba. Sesame agama kite saling menghargai, kita jangan sampai diadu domba." Satu buah bait pantun tersebut dilontarkan Zahrudin Ali Al Batawi, pria asli Betawi, penulis buku kumpulan pantun Betawi keluaran pada tahun 2010 silam.


Saat ditemui tak jauh dari rumahnya di Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu, ayah dua anak yang dikenal sebagai raja pantun di kampungnya itu tak keberatan menceritakan pengalamannya menggeluti dunia pantun.


"Secara resmi 17 tahun sudah saya mantun. Sisanya ya iseng-iseng aja. (Soal buku pantun), semuanya berasal dari anak saya," ujar pria yang akrab disapa Bang Udin.


Pada tahun 2010, ia mengantar anak bungsunya ke Perpustakaan Nasional. Saat itu, ia turut melihat-lihat koleksi yang di perpustakaan terlengkap tersebut. Namun, kegelisahan muncul di hati Bang Udin. Pasalnya tak ada satu pun buku yang berisi kumpulan pantun.


Berbekal kegelisahan dipadu tekad melestarikan budaya kampung halamannya, Bang Udin mulai mengumpulkan, membuat dan menuliskan kembali ratusan pantun yang ada di otaknya. Beragam tema pantun mulai dari pantun kematian, pantun menjenguk orang sakit, pantun suami-istri, dan pantun kehidupan dirangkum ke dalam buku tersebut.


"Pergi ke pasar pake baju katun, lewat pasar ikan jalannye tanah. Dulu orang kite ketemu pasti berpantun, mari lestarikan jangan sampe punah," lanjut Bang Udin.


Uniknya Pantun


Kecintaannya pada dunia pantun membawa Bang Udin ke babak kehidupan yang baru. Beberapa sekolah dan sanggar kebudayaan pernah memintanya untuk mengajarkan pantun kepada para murid. Namun, hasilnya kurang memuaskan. Bang Udin kebingungan soal metode pengajaran yang harus diterapkan di kelasnya.


"Itulah uniknya pantun. Pantun itu tidak bisa dipelajari, itu muncul dengan sendirinya. Kalau kata orang-orang mah, otodidak. Pantun apa saja saya bisa, tapi kalau disuruh ngajarin, saya nyerah dah," lanjut Bang Udin.


Bang Udin menjelaskan, pantun khas Betawi memiliki perbedaan signifikan dengan pantun di daerah lain, misalnya Melayu. Meskipun kebudayaan Betawi berakar dari budaya Melayu, pantun yang berkembang belakangan tetap berbeda. Dikatakannya, pantun Betawi memiliki sifat penegasan atas maksud dan tujuan ketimbang pantun Melayu. Kini, setelah ia menerbitkan buku yang ditandatangani langsung oleh Gubernur DKI Jakarta pada waktu itu, Fauzi Bowo, cita-citanya tak lantas selesai.


Bang Udin masih bertekad mensosialisasikan pantun Betawi dengan beragam cara. Hal ini, antara lain, dengan terus membuat pantun dan ditampilkannya pada saat upacara Palang Pintum, sebuah upacara khas Betawi yang digelar sebelum pernikahan. Dengan demikian, ia berharap buah kebudayaan tanah kelahirannya tersebut dapat tetap dinikmati dan menjadi ilham bagi masyarakat, terutama kaum muda.


Pasalnya, ia prihatin dengan derasnya arus kebudayaan asing yang negatif bagi muda-mudi di Indonesia termasuk anak-anaknya sendiri. Untuk itu, meski tugas berat menantinya, ia tetap bertekad mewujudkan cita-citanya, membawa pantun tak hanya promadona di Jakarta saja, namun juga di dunia. Tak lupa ia menggambarkan situasi memprihatinkan tersebut lewat bait pantun.


"Membeli ikan ikan tenggiri, Kaga dijage dimakan kucing. Kita harus idolakan budaya sendiri, jangan malah bangge dengan budaye asing."


"Buaya mencari makan, melate di waktu pagi. Budaya harus dipertahankan, kalau bukan kite mau siape lagi," lanjutnya sambil tertawa.












2:55 PM | 0 komentar | Read More

Laos Siap Jadi Tuan Rumah KTT Asia Eropa



KTT ASEM


Laos Siap Jadi Tuan Rumah KTT Asia Eropa





Penulis : Eny Prihtiyani | Minggu, 4 November 2012 | 12:43 WIB













IST


Logo KTT ASEM di Vientiane, Laos




TERKAIT:





VIANTIANE, KOMPAS.com -  Pemerintah Laos menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Konfrensi Tingkat Tinggi Asia-Eropa ke-9. Sejumlah fasilitas telah dipersiapkan agar delegasi merasa nyaman sehingga pertemuan bisa berlangsung lancar.


Menteri Luar Negeri Laos Thongloun Sisoulith dalam media setempat Vientiane Times mengatakan untuk kesiapan infrastruktur pihaknya secara khusus telah membangun National Convention Centre untuk tempat KTT ASEM. Untuk urusan medis, pihaknya telah menunjuk lima rumah sakit besar.


Untuk memastikan keamanan makanan, petugas medis juga sudah diterjunkan ke sejumlah hotel untuk mengecek makanan yang disajikan. "Para petugas telah dilatih untuk melakukan tugasnya masing-masing," katanya kepada wartawati Kompas Eny Prihtiyani.


Rombongan para menteri telah tiba di Viantiane, Minggu (4/11/2012). "Di sini hangat ya," ujar Menteri Perdagangan Gita Wirjawan begitu tiba di Donchan Palace Hotel. "Di London kami kedinginan" ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat. 



















2:54 PM | 0 komentar | Read More

Jenazah Terduga Teroris Poso Belum Diidentifikasi


JAKARTA, KOMPAS.com - Identitas seorang teroris yang tewas dalam baku tembak di Desa Karola, Poso Pesisir, Sulawesi Tengah, Rabu (31/10/2012) belum diketahui pasti. Kepolisian masih menunggu keluarga teroris untuk mendapatkan sampel pembanding yang dapat mengungkap identitas resminya.


"Belum dapat sampelnya," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar melalui pesan singkat, Minggu (4/11/2012).


Sebelumnya, menurut keterangan terduga teroris yang ditangkap, teroris yang tewas tersebut bernama Jipo alias Ibeng. Namun, polisi belum menemukan kartu tanda penduduk (KTP) Jipo. Jipo, kata Boy, diketahui berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Boy pun memaparkan ciri-ciri Jipo agar mudah dikenali oleh keluarganya.


"Dari hasil pemeriksaan tim DVI, warna kulit sawo matang, rambut keriting warna hitam, badan kurus, hidung lurus, dagu panjang, muka lonjong, bibir biasa, tinggi 172 cm," terang Boy.


Boy mengimbau pihak keluarga yang mengenal ciri-ciri tersebut untuk segera mendatangi Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta. Selain untuk identifikasi lebih lanjut, jenazah juga akan diserahkan pada keluarga.


"Jadi kepada keluarga, jika mengenali pihak yang saat ini kita periksa, dapat hubungi kami," imbuhnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, Jipo tewas saat upaya penangkapan oleh tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Rabu (31/10/2012). Selain Jipo, saat itu kepolisian juga menangkap MR dan RH yang kini telah berada di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok. Saat penangkapan polisi juga menyita senjata api, tujuh bom pipa, dan bahan-bahan peledak.


Menurut Boy, mereka tercatat mengikuti pelatihan di Gunung Biru, kawasan Tamanjeka, Poso. Mereka juga diduga terlibat teror ledakan bom yang terjadi beberapa waktu lalu di Poso. Sabtu (3/11/2012), Densus 88 juga meringkus jaringan Poso yakni Abdul Khalid dan MY, di Jalan Pulau Irian, Kelurahan Kayamanya, Kecamatan Poso Kota.


Abdul Khalid tewas dalam baku tembak tersebut. Keduanya diduga terlibat beberapa aksi teror di Palu dan Poso serta termasuk jaringan Santoso, teroris yang masih diburu kepolisian. Santoso adalah pemimpin pelatihan militer di wilayah Poso. Ia juga diduga kuat terlibat dalam sejumlah aksi teror termasuk dalam aksi penembakan tiga anggota Polisi di BCA Palu pada 25 Mei 2011.












2:43 PM | 0 komentar | Read More

Kesialan Beruntun LA Lakers



NBA


Kesialan Beruntun LA Lakers





Minggu, 4 November 2012 | 12:12 WIB












 LOS ANGELES, Kompas.com - Klub NBA, Los Angeles Lakers harus kehilangan guard mereka,  Steve Nash yang mengalami retak tulang kaki kiri.

Nash yang pernah dua kali meraih MVP mengalami cedera ringan tersebut saat Lakers kalah menghadapi  Portland Trail Blazers, Rabu lalu. Saat itu pemain berusia 38 ini bertabrakan dengan pemain Blazers, Damian Lillard.

Nash tidak memperkuat Lakers saat kalah 95-105 menghadapi LA Clippers, Jumat. Lakers mencatat hasil 0-3 dalam laga awal NBA yang merupakan prestasi terburuk dalam 34 tahun.

Pemain asal Kanada ini telah 17 musim bermain di NBA. Ia bergabung dengan Lakers, Juni lalu setelah pindah dari Phoenix Suns.

Nash dikotrak untuk tiga tahun senilai 27 juta dolar AS. Sebelum cedera ia mencatat rata-rata 4.5 poin dan 4.0 assist.








Editor :


A. Tjahjo Sasongko















2:28 PM | 0 komentar | Read More

Tips Sederhana Menghemat Air ala Natha Narita


Natha Narita

Natha Narita (sumber: Beritasatu.com/Teddy Kurniawan)




"Setidaknya setiap rumah atau tempat tinggal bisa menghemat sampai 60 persen."

Sebagai Duta Air, penyanyi dan pemain sinetron, Natha Narita harus dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat untuk melakukan penghematan air sedini mungkin.

"Memang sekarang sedang musim hujan, tapi justru itu, penghematan air dapat dilakukan. Jangan menunda, lakukan saat ini," ujar Natha, ditemui Beritasatu.com usai diskusi tentang penghematan air, di Cibubur Junction, Jakarta Timur, Sabtu (3/11).

Menurut Natha, penghematan air yang mendasar dapat dilakukan di rumah. Dari hal yang terkecil, seperti bergegas mematikan keran jika sudah selesai digunakan.

"Dengan melakukan hal-hal kecil dalam penghematan air, setidaknya setiap rumah atau tempat tinggal bisa menghemat sampai 60 persen," imbuh Natha.

Berikut tips sederhana menghemat air ala Natha Narita :

1. Disarankan mandi menggunakan shower karena dapat lebih menghemat air daripada bak mandi.

"Menurut penelitian, mandi menggunakan shower dapat menghemar air hingga 60 oersen," ujar Natha.

2. Biasakan satu hari hanya satu gelas untuk setiap orang minum air putih.

Menurut Natha, dengan hanya menggunakan satu gelas untuk satu hari, akan menghemat air karena tidak berulang-ulang dicuci.

"Jadi satu gelas besar, digunakan dari pagi hingga malam. Kalau tidak digunakan ditutup dengan penutup gelasnya biar tetap bersih. Malam hari, ketika sudah tidak dipakai lagi baru dicuci. Tapi air yang digunakan ya air putih, bukan air berwarna," ujar Natha

3. Segera matikan keran setelah digunakan

Banyak orang, menurut Natha tidak segera mematikan kran setelah digunakan. Paling banyak adalah saat mencuci tangan.

"Saat mencuci tangan, biasanya mengelap tangan dahulu baru mematikan keran. Yang baik adalah cuci dengan sabun dahulu tangannya, nyalakan keran, bilas tangan, matikan keran, baru keringkan tangan," tutur Natha.

4. Menampung air hujan untuk menyiram tanaman dan mencuci kendaraan.

Disarankan menampung air hujan untuk keperluan di luar rumah, seperti mencuci kendaraan dan menyiram tanaman.

"Tapi, ditempatkan di  tempat yang baik dan tertutup rapat agar tidak menjadi sarang nyamuk," ujar Natha.

2:12 PM | 0 komentar | Read More

Stan BRI Idola "Fresh Graduate" di KKF 2012 Jakarta

Written By Unknown on Saturday, November 3, 2012 | 2:54 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Stan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tampaknya menjadi idola pada hari kedua Kompas Karier Fair 2012 Jakarta di Balai Kartini, Jakarta. Sejak pagi, para pelamar yang masih fresh graduate sudah membanjiri stan bank plat merah ini.

Hingga siang, para job seeker rela mengantre untuk mengisi data. Stan ini memang selalu penuh dengan pencari kerja sejak hari pertama KKF 2012 Jakarta.

Pelaksana Bagian Perekrutan SDM BRI Ridwan Syah mengungkapkan, Bank BRI saat ini tengah mencari calon karyawannya yang baru saja lulus kuliah.

"Yang kita cari fresh graduate ya, maksimal untuk lulusan S1 usia 27 tahun, untuk S2-nya usia 30 tahun. Tapi kita belum buka untuk yang D3-nya," kata Ridwan kepada KOMPAS.com, Sabtu (3/11/2012).

Sejak kemarin, sambungnya, sudah ada 250 orang yang datang melamar pada stan BRI. Sementara untuk hari ini, ia memprediksi pencari kerja yang datang meningkat dari sebelumnya.

"Kalau kemarin dua ratus 250 orang. Kalau respon pengunjung hari ini mungkin lebih dari kemarin," ujar Ridwan.

Pada penempatannya, Ridwan mengatakan mereka yang diterima akan ditempatkan pada cabang BRI yang ada di berbagai wilayah. Ada dua posisi yang ditawarkan bagi mereka yang mencari kesempatan karier.

"Job posisinya itu Program Pengembangan Staf (PPS) dan juga IT. Setelah lulus training (semacam kontrak) sampai 11 bulan masa pembelajaran, akan dievaluasi lagi untuk menjadi staf BRI," ujar Ridwan.

Seorang pelamar kerja di stan Bank BRI, Rendi (22), lulusan UI S1 Perpajakan mengaku sejak kemarin memang antrean di stan Bank BRI cukup banyak.

"Mau lamar di bagian PPS. Lumayan sih panjang, dari kemarin juga banyak. Dari kemarin juga ngikut, cuma enggak dapat, ya namanya juga usaha," katanya tersenyum.

Pantauan KOMPAS.com, antrean yang ada di depan stan BRI terbagi menjadi lima barisan. Meski antre panjang, antusias tetap tampak dari wajah mereka. Ini terlihat saat keseriusan mereka mengisi data pada komputer yang tersedia.







Editor :


Ana Shofiana Syatiri









2:54 PM | 0 komentar | Read More

Polri: Terduga Teroris Poso Jaringan Santoso





Polri: Terduga Teroris Poso Jaringan Santoso





Penulis : Sabrina Asril | Sabtu, 3 November 2012 | 13:49 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Dua terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Antiterori adalah Yasin alias MY dan Kholid alias K. keduanya juga diduga terkait jaringan teroris yang paling dicari aparat kepolisian, yakni Santoso.

Selain itu, menurut Kepala Biro Penerangan Umum Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, keduanya juga diduga turut andil dalam rangkaian teror di Palu.

"Mereka yang ditangkap terkait kelompok teror terdahulu, khususnya terkait DPO Santoso dan beberapa mereka yang merencanakan aksi teror maupun yang telah dilakukan di Palu dan perampokan bank," kata Boy dalam jumpa pers yang dilakukan di Mabes Polri, Sabtu (3/11/2012).

Santoso adalah buronan teroris paling dicari saat ini. Anggota Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) itu diduga terlibat dalam sejumlah aksi teror termasuk dalam aksi penembakan tiga anggota Polisi di BCA Palu pada 25 Mei 2011.

Ia juga sempat memimpin pelatihan teroris di Poso. Pelatihan teroris di Poso kemudian melahirkan sel-sel teroris baru seperti Thorik dan kawan-kawan yang terkait dengan jaringan Solo.

Terakhir, polisi menangkap Imron yang merupakan kurir dari jaringan Santoso di Jalan Kangkung Kelurahan Balaroa, Kota Palu, Sulawesi Tengah pada Senin (8/10/2012) lalu. Imron berperan mencari dan membeli senjata api untuk mendukung pelatihan yang dipimpin Santoso tersebut.

Pria kelahiran 26 Januari 1986 itu juga melakukan fai (mencari dana dengan menghalalkan segala cara) berulang kali di wilayah Sulawesi Tengah atas perintah Santoso. Setelah melakukan pengembangan jaringan Santoso, polisi kemudian menangkap Tomo alias Yasin alias MY dan juga Kholid alias K di Kota Poso, Sulawesi Tengah pada Sabtu pagi ini. K tewas ditembak aparat kepolisian saat melempar bom pipa ke arah aparat. Jenazah K akan diotopsi di Palu.

"Saat ini jenazah dibawa ke Palu untuk dilakukan langkah-langkah otopsi. Kemudian masyarakat di tempat lokasi penangkapan juga dilakukan penggeledahan dan upaya penyitaan terhadap barang-barang yang diduga terkait sarana, peralatan, atau bahan material yang dimanfataakan kegiatan perencanaan aksi teroris," imbuh Boy.







Editor :


Ana Shofiana Syatiri














2:43 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger