Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Paska Gangguan, Situs Telkom Telah Aman

Written By Unknown on Sunday, April 14, 2013 | 2:54 PM





Paska Gangguan, Situs Telkom Telah Aman





Penulis : Haryo Damardono | Minggu, 14 April 2013 | 14:32 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - Situs resmi PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) yakni www. telkom.co.id, hari Minggu ( 14/4/2013), sekitar pukul 01.00 WIB mengalami gangguan dari pihak luar. Namun kini, situs telah normal dan sudah dapat diakses kembali.

Saat ini situs Telkom mulai jam 09.00 sudah normal kembali dan sudah dapat diakses oleh pelanggan dan pengguna. Telkom juga meminta maaf at as ketidaknyaman akibat gangguan ini, kata Operation Vice President Public Relations Telkom, Arif Prabowo , Minggu siang, dalam siaran persnya.

Arif menambahkan, Gangguan pada website resmi Telkom hanya terjadi pada halaman depan (front page), tidak ke back end (server web), sehingga data, informasi dan layanan Telkom tidak terganggu.

Kini Telkom terus memantau perkembangan terhadap gangguan ini, dan sudah melakukan pengamanan yang lebih ketat terhadap kemungkinan gangguan yang lain, sehingga lebih menjamin keamanan informasi serta kenyamanan pelanggan dan pengguna.


















2:54 PM | 0 komentar | Read More

Saat Ini Momentum Jokowi Jadi Capres


JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil survei media yang dilakukan Pol-Tracking Institute menunjukkan bahwa nama Joko Widodo melejit sebagai calon presiden paling potensial pada 2014. Namun, sebagai kader PDI Perjuangan, nasib Jokowi masih bergantung pada keputusan Megawati Soekarnoputri selaku ketua umum partai.


"Saat ini adalah momentum Jokowi, saat dia menjadi Gubernur DKI Jakarta. Tapi, keputusan tetap di tangan Bu Mega," jelas Hanta Yuda, Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, dalam keterangan pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (14/4/2013).


Hanta Yuda menyebutkan, Jokowi saat ini sedang berada dalam momentum terbaiknya untuk maju sebagai capres. Momentum yang dimiliki mantan Wali Kota Solo itu tidak akan datang dua kali. Ia membandingkan momentum Jokowi saat ini dengan yang dimiliki Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004.


Keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati, menurutnya, menjadi sesuatu yang sangat ditunggu. Pasalnya, keputusan Mega bisa menjadi penentu Presiden Indonesia mendatang. Meski demikian, lantaran Megawati sendiri dinilai memiliki keinginan untuk mencalonkan diri, maka peluang Jokowi untuk didukung partainya masih sebesar 50 persen.


"Peluang Jokowi, saya kira 50-50 dengan Bu Mega," ulas Hanta Yuda.


Dia menjelaskan, Mega akan melihat perkembangan peluangnya sebagai capres. Jika hingga saat-saat terakhir peluangnya tetap tidak signifikan, Hanta meyakini Mega akan memberi kesempatan kepada Jokowi untuk maju sebagai capres.


Pol-Tracking melakukan riset seputar isu capres 2014 dengan berbasiskan pemberitaan 15 media nasional. Riset tersebut menganalisa pemberitaan 5 media cetak, 5 media online, dan 5 media televisi.


Hasilnya, sepanjang periode tersebut, nama Jokowi disebutkan sebanyak 86 kali dalam pemberitaan terkait isu capres. Penyebutan Jokowi dalam berita jauh melampaui Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subiyanto di posisi kedua. Prabowo mendapatkan 55 kali penyebutan. Pada posisi ketiga terdapat nama Aburizal Bakrie dengan 52 kali penyebutan. Urutan ke empat dan kelima, masing-masing Hatta Rajasa (27), dan Mahfud MD (26).






Editor :


Erlangga Djumena









2:43 PM | 0 komentar | Read More

Angga/Ryan Pastikan Indonesia Bawa Dua Gelar dari Selandia Baru


JAKARTA, Kompas.com - Indonesia membawa pulang dua gelar juara dari turnamen Selandia Baru Terbuka Grand Prix. Sektor ganda campuran dan ganda putra yang mempersembahkan dua kemenangan di turnamen berhadiah 50.000 dollar AS tersebut.

Pada partai final di Auckland, Minggu (14/4/2013), ganda putra Angga Pratama/Ryan Agung Saputra yang memastikan gelar kedua tersebut. Unggulan utama ini menang dua game langsung 21-6, 22-20 atas pasangan China, Junhui Li/Yuchen Liu.


Bagi Angga/Ryan, ini gelar kedua dalam dua pekan berturut-turut. Pasalnya, pekan lalu ganda putra dengan ranking tertinggi di Tanah Air ini juga menang di Australia Terbuka Grand Prix Gold.

Sementara itu Praveen Jordan/Vita Marissa mewujudkan target mereka meraih gelar pertama di tahun 2013, setelah mengalahkan kompatriotnya, Riky Widianto/Puspita Richi Dili. Unggulan kelima ini menang 21-18, 21-8 atas unggulan utama tersebut.

Bagi Praveen/Vita, prestasi ini memperlihatkan konsistensi mereka sepanjang musim 2013. Pasangan non-Pelatnas ini mulai memperlihatkan potensinya di turnamen besar awal tahun, Korea Terbuka Superseries Premier, ketika berhasil menembus semifinal, lalu menarik perhatian di All England.


Gelar ini pun menjadi yang kedua bagi Vita dalam dua pekan. Di Australi Terbuka, mantan pemain Pelatnas ini juga menjadi juara meskipun di sektor ganda putri bersama Aprilsasi Putri Lejarsar Variella.

China kebagian dua gelar dari turnamen ini melalui sektor tunggal putri dan ganda putri. Unggulan ketiga Xuan Deng menang 21-17, 18-21, 22-20 atas pemain Jepang, Akane Yamaguchi, sedangkan ganda putri Ou Dongni/Tang Yuanting menang 21-15, 11-21, 21-19 atas unggulan utama dari Malaysia, Hoo Vivian Kah Mun/Woon Khe Wei.

Jepang membawa pulang satu gelar melalui sektor ganda putra. Unggulan ke-11 Riichi Takeshita menang rubber game 21-16, 16-21, 21-17 atas Song Xue.





Sumber :


tournamentsoftware





Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo









2:28 PM | 0 komentar | Read More

Sejumlah Artis Terima Penghargaan Anak Negeri Penggerak Pembangunan


Jakarta - Sejumlah seniman dan artis Indonesia seperti Ayu Azhari, Ageng Kiwi, Krisna Mukti, Hengki Kurniawan, dan Joe Richard, menerima penghargaan sebagai “Anak Negeri Penggerak Pembangunan” dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarif Hasan.


Penghargaan tersebut diserahkan Yayasan Restu Bunda dalam acara malam penganugerahan dan dinner party, yang berlangsung di Dieng Room Kartika Chandra Hotel Jakarta, Jumat (12/4) malam.


Penghargaan juga diberikan kepada pemangku profesi lain, diantaranya pekerja dan aktifis sosial, guru, dosen, rektor, pemuka agama, dan pengusaha muda sukses. Penghargaan tersebut didasarkan pada kompetensi dan pengabdian para publik figur ini diranah seni dan pengabdian sosial.


“Saya percaya bahwa putra-putri yang terpilih adalah insan-insan yang teruji kemampuan dan pengabdiannya. Sehingga menghasilkan suatu karya bermanfaat bagi bangsa dan negara. Semoga penghargaan ini dapat lebih mendorong semangat untuk berkarya dan mengabdi ke arah yang lebih baik,” kata Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM RI, Syarifudin Hasan.


Seniman Ageng Kiwi, mewakili rekan-rekannya sesama artis mengatakan, dengan atau tanpa penghargaan ini dirinya tetap akan berkarya.


“Sebab apa yang kami lakukan itu semua panggilan jiwa, dan ranah seni sebagai wadahnya. Kami berterima kasih ada pihak yang memerhatikan kami, yang kemudian terekspresi dalam wujud konkret memberikan sebuah penghargaan,” ungkap Ageng Kiwi.


Selain berkiprah di industri hiburan, Ageng Kiwi, Ayu Azhari, Krisna Mukti, dan Hengki Kurniawan, memang kerap menggelar aksi sosial. Mereka termasuk artis yang peduli dengan kaum dhua’fa. Memiliki ratusan anak asuh yang sebagian besar adalah yatim piatu.


Selain itu, para artis ini juga membina pemulung, janda lanjut usia dan kaum dhuafa. Bersama para rekan artis lain, mereka sering menggelar kegiatan sosial bertajuk Misi Kemanusiaan Universal - Barang Bekas Menolong Sesama, di bawah naungan Rumah Singgah Bunda Lenny Humaniora Foundation dan AK Production.


2:12 PM | 0 komentar | Read More

Polisi Akui Sulit Memberantas "Cyber Crime"

Written By Unknown on Saturday, April 13, 2013 | 2:55 PM





Polisi Akui Sulit Memberantas "Cyber Crime"





Penulis : Norma Gesita | Sabtu, 13 April 2013 | 14:05 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com — "Cyber crime itu sulit diberantas. Internet itu dikenal borderless, dunia tanpa batas," tutur Kanit III Sat III Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Roberto GM Pasaribu yang juga aktif di Innocent Images International Task Force-Federal Bureau Investigation sejak 2010, Sabtu (13/4/2013), saat dihubungi Kompas.com.


Sebelumnya, ada sekitar 200 kasus penipuan lewat internet dan telepon yang dilaporkan dari 2011 hingga pertengahan Maret 2013. Kerugian masyarakat yang menjadi korban penipuan tersebut dalam dua tahun terakhir mencapai Rp 10,95 miliar dan 23.365,50 dollar AS atau total sekitar Rp 13 miliar.


Menurut Roberto, ada beberapa faktor yang membuat kejahatan melalui internet dan telepon atau yang dikenal dengan cyber crime sangat sulit untuk diberantas. Faktor utama adalah dunia internet yang tidak mungkin bisa dibatasi.


"Misalnya saja kami batasi untuk website yang terdaftar di Indonesia itu (dot)co(dot) id, tapi orang tetap bebas untuk membuat website di (dot)com. Atau untuk kata-kata yang berbau pornografi kami batasi, tapi kalau kata-katanya dalam bahasa lain seperti bahasa Rusia, ya tetap saja bisa terbuka," kata Roberto.


Faktor kedua adalah karena laporan dari masyarakat yang masuk hanya segelintir dari begitu banyak yang terkena penipuan. Roberto mengutip omongan Kepala Subdit III Sumdaling Ditkrimsus AKBP Nazly Harahap, "Kasus penipuan ini merupakan fenomena gunung es. Angka pastinya bisa lebih besar. Sebab, banyak korban yang enggan melapor, yang mungkin menganggap kerugiannya tidak terlalu besar, risiko coba-coba bisnis, atau malu."


Lalu, faktor ketiga adalah karena pelaku kejahatan yang semakin pintar dengan semakin majunya teknologi. "Dunia maya itu dikenal anonymous. Siapa pun bisa menjadi apa pun," kata Roberto.


Dalam memberantas pelaku tindak kejahatan tersebut, kata Roberto, pelaku mudah sekali membuat situs baru pengganti situsnya yang lama atau menonaktifkan nomor telepon dan menggantinya dengan yang baru sehingga polisi kesulitan melacak jejak pelaku.


"Kami berharap masyarakat mau melaporkan penipuan-penipuan semacam ini sekecil apa pun kerugiannya. Itu sangat membantu polisi," kata Roberto.






Editor :


Hertanto Soebijoto














2:55 PM | 0 komentar | Read More

Bank Indonesia Dianggap Tak Percaya Diri




Target Perekonomian Turun


Bank Indonesia Dianggap Tak Percaya Diri





Penulis : Didik Purwanto | Sabtu, 13 April 2013 | 14:04 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia (BI) dinilai kurang percaya diri terhadap target pertumbuhan perekonomian Indonesia tahun ini. Hal ini terlihat dari adanya revisi target oleh BI. Semula, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,3-6,8 persen. Namun, target itu direvisi menjadi  6,2-6,6 persen hingga akhir tahun ini. Sementara target pertumbuhan perekonomian di kuartal II-2013 masih stagnan dengan pencapaian di kuartal I-2013 dan akhir 2012 di level 6,2 persen.

"Bank sentral sedang kurang optimistis terhadap kondisi perkembangan ekonomi di global. Perekonomian di Amerika Serikat dan Eropa belum pulih sepenuhnya," kata Kepala Ekonom Bank Danamon Anton Gunawan di Jakarta, Sabtu (13/4/2013).

Padahal, kondisi perekonomian di Asia, menurut dia, sudah lebih baik dari sebelumnya. Hal ini, kata Anton, menunjukkan bahwa neraca perdagangan Indonesia yang selama ini banyak dikontribusikan dari negara-negara kawasan Asia bisa lebih baik.

Anton menambahkan, ekspor Indonesia yang selama ini masih tertekan bisa dipulihkan dengan kondisi membaiknya perekonomian Asia tersebut. Sementara dari sisi neraca pembayaran di kuartal II-2013, Anton memprediksi, defisitnya agak sedikit berkurang karena banyaknya arus dana asing yang masuk (capital inflow).

"Apalagi, dengan suksesnya pemerintah dalam menjual obligasi global (global bonds). Ini akan menjadi sentimen positif," katanya.

Namun, kata Anton, neraca pembayaran ini akan semakin defisit apabila pemerintah tidak segera mengeluarkan kebijakan terkait impor migas yang relatif besar dan menyebabkan neraca pembayaran dan neraca perdagangan defisit. Imbasnya, nilai tukar rupiah menjadi tertekan meski saat ini sudah berada di level Rp 9.600 per dollar AS.

Anton juga mengatakan, jika pemerintah ingin meningkatkan pertumbuhan perekonomian di dalam negeri, pemerintah harus membereskan masalah-masalah yang terkait dengan defisit neraca keuangan agar tidak membahayakan fiskal negara.






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary















2:54 PM | 0 komentar | Read More

SBY Ajak Duta Besar Longok Taman Herbalia di Cipanas


JAKARTA, KOMPAS.com - Selain menggelar demo masak nasi goreng, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak para duta besar asing beserta keluarganya untuk mengunjungi Taman Herbalia di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat saat menggelar acara perjamuan diplomatik, Sabtu (13/4/2013).

Taman Herbalia merupakan taman di sudut Istana Cipanas yang ditanami tumbuhan berkhasiat obat. Taman ini dikembangkan atas prakarsa Ibu Negara Ani Yudhoyono.

“Kegiatan (berkunjung ke taman herbal) ini guna memperkenalkan produk tanaman obat Indonesia,” tulis siaran pers yang diterbitkan Kementerian Luar Negeri.

Berdasarkan laman presidenri.go.id, Taman Herbalia diresmikan Ibu Negara pada 7 Januari 2013. Taman seluas total 4.161 meter persegi itu ditanami sekitar 406 jenis tanaman herbal. Beberapa jenis tanaman herbal yang terdapat di sini adalah daun sirih merah yang bermanfaat untuk obat kanker, lidah buaya yang digunakan untuk kencing manis dan memperindah rambut, teratai putih untuk obat penenang, oleander yang bermanfaat untuk obat bisul dan kudis, serta ekor kuning untuk obat disentri.

Pembuatan Taman Herbalia di Istana Cipanas ini bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kebun Raya Cibodas, Balai Besar Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Persatuan Dokter Herbal Medik Indonesia, serta PT. Jamu Nyonya Meneer.

Selain dimanfaatkan untuk riset sekaligus melestarikan tumbuhan herbal, Taman Herbalia juga diharapkan dapat menjadi obyek wisata baru ke depannya.

Adapun acara perjamuan diplomatik yang mengundang duta besar/kepala perwakilan dari 103 negara ini bertujuan merekatkan tali silaturahmai antarnegara. Dalam perjamuan ini, Presiden tampak didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono beserta istri, serta Menteri Luar Negeri Marti Natalegawa beserta istri.

Tampak pula menteri lainnya seperti Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, serta Menteri Kooperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarief Hasan. Selain itu, hadir pimpinan lembaga tinggi negara, antara lain, Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, serta Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman.

Dalam acara tersebut, para duta besar asing diperkenakan membawa keluarga mereka ke Istana Cipanas. Acara akan berlangsung santai sehingga menciptakan suasana keakraban antara Presiden Yudhoyono dengan perwakilan negara sahabat tersebut.

Para duta besar ini diajak berjalan kali menyusuri hutan lindung Istana Cipanas dan Taman Herbalia. Selain itu, mereka diajak berpartisipasi dalam kuis mengenai pengetahuan Indonesia, dan menyaksikan “Bazar Jawa Barat”






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary









2:43 PM | 0 komentar | Read More

Maradona Kunjungi Makam Chavez




Maradona Kunjungi Makam Chavez





Sabtu, 13 April 2013 | 07:10 WIB












CARACAS, KOMPAS.com — Legenda sepak bola Diego Maradona mengunjungi makam mantan Presiden Venezuela Hugo Chavez sekaligus berkampanye politik.

Mengenakan baju putih dengan anting di kedua telinga, Maradona meminta rakyat Venezuela memilih Nicolas Maduro yang dianggap sebagai penerus ajaran Chavez. Pemilu Venezuela akan berlangsung pada Minggu (14/4/2013).

"Lanjutkan perjuangan," kata Maradona melalui televisi setelah mengunjungi makam Chavez di kompleks militer di pinggir kota Caracas.

"(Chavez) tidak lagi bersama kita secara fisik, tetapi kita akan melanjutkan bersama Nicolas (Maduro) dan tidak akan membiarkannya dirusak orang lain," kata Maradona. "Rakyat harus meneruskan ide-ide Chavez melalui Nicolas."

Maradona hadir dalam kampanye terakhir Maduro, Kamis. Ia menandatangani beberapa bola dan menendang ke arah para pendukung yang menghadiri kampanye. Mengenakan kostum bernomor 10, Maradona mencium pipi Maduro.

Ia juga meminta maaf karena tidak menghadiri pemakaman Chavez, Maret lalu. "Dia memberi persahabatan dan kebijakan politik yang luar biasa," ungkap Maradona.

Maduro akan menghadapi Henri Caprilles dalam pemilihan umum untuk mencari pengganti Chavez yang meninggal dunia akibat kanker.






Editor :


A. Tjahjo Sasongko















2:28 PM | 0 komentar | Read More

Sejumlah Artis Terima Penghargaan Anak Negeri Penggerak Pembangunan


Jakarta - Sejumlah seniman dan artis Indonesia seperti Ayu Azhari, Ageng Kiwi, Krisna Mukti, Hengki Kurniawan, dan Joe Richard, menerima penghargaan sebagai “Anak Negeri Penggerak Pembangunan” dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarif Hasan.


Penghargaan tersebut diserahkan Yayasan Restu Bunda dalam acara malam penganugerahan dan dinner party, yang berlangsung di Dieng Room Kartika Chandra Hotel Jakarta, Jumat (12/4) malam.


Penghargaan juga diberikan kepada pemangku profesi lain, diantaranya pekerja dan aktifis sosial, guru, dosen, rektor, pemuka agama, dan pengusaha muda sukses. Penghargaan tersebut didasarkan pada kompetensi dan pengabdian para publik figur ini diranah seni dan pengabdian sosial.


“Saya percaya bahwa putra-putri yang terpilih adalah insan-insan yang teruji kemampuan dan pengabdiannya. Sehingga menghasilkan suatu karya bermanfaat bagi bangsa dan negara. Semoga penghargaan ini dapat lebih mendorong semangat untuk berkarya dan mengabdi ke arah yang lebih baik,” kata Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM RI, Syarifudin Hasan.


Seniman Ageng Kiwi, mewakili rekan-rekannya sesama artis mengatakan, dengan atau tanpa penghargaan ini dirinya tetap akan berkarya.


“Sebab apa yang kami lakukan itu semua panggilan jiwa, dan ranah seni sebagai wadahnya. Kami berterima kasih ada pihak yang memerhatikan kami, yang kemudian terekspresi dalam wujud konkret memberikan sebuah penghargaan,” ungkap Ageng Kiwi.


Selain berkiprah di industri hiburan, Ageng Kiwi, Ayu Azhari, Krisna Mukti, dan Hengki Kurniawan, memang kerap menggelar aksi sosial. Mereka termasuk artis yang peduli dengan kaum dhua’fa. Memiliki ratusan anak asuh yang sebagian besar adalah yatim piatu.


Selain itu, para artis ini juga membina pemulung, janda lanjut usia dan kaum dhuafa. Bersama para rekan artis lain, mereka sering menggelar kegiatan sosial bertajuk Misi Kemanusiaan Universal - Barang Bekas Menolong Sesama, di bawah naungan Rumah Singgah Bunda Lenny Humaniora Foundation dan AK Production.


2:12 PM | 0 komentar | Read More

Berlumuran Darah, Linda Sempat Merangkak Minta Tolong

Written By Unknown on Friday, April 12, 2013 | 2:55 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Linda Warauw (55), warga Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi korban tewas dalam penganiayaan yang dilakukan putra kandungnya, Erick Kasoho (27). Menurut keterangan saksi mata, dalam kondisi terluka parah, Linda masih sempat berteriak minta tolong.


"Tolong saya, Mbak. Bawa saya ke Rumah Sakit Mitra (Kemayoran)," tutur Ningkem (33), pembantu rumah tangga korban, meniru teriakan Linda, saat ditemui di kantor Polsek Metro Tanjung Priok, Jumat (12/4/2013).


Ningkem menjelaskan, ia tiba di rumah keluarga di Jalan Agung Perkasa 10 Blok J7 Nomor 14, Sunter Agung, pada sekitar pukul 07.00 WIB. Pintu gerbang rumah dibuka oleh Erick yang saat itu memegang golok yang berlumuran darah.


Pemandangan itu mengejutkan Ning. Sebelum ia bereaksi, Erick telah lebih dahulu menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan penganiayaan terhadap ibunya.


"Golok yang dipegangnya itu yang biasa saya pakai untuk memotong daging," kata Ning.


Kepada Ning, Erick menjelaskan bahwa selama ini ia merasa disiksa oleh ibunya. Karena itu, ia baru saja melakukan pembalasan kepada ibunya.


"Sekarang saya yang sakitin ibu. Biasanya ibu yang sakitin saya," ujar Ning, mengutip Erick.


Menyadari situasi tersebut, Ning yang cemas langsung memutuskan untuk meninggalkan rumah. Namun, saat dia membuka gerbang, terdengar teriakan meminta tolong dari dalam rumah. Saat itu, Linda telah merangkak hingga ke depan pintu hingga kondisinya terlihat oleh Ning.


"Dia merangkak sampai ke pintu dan teriak minta tolong. Kepalanya penuh darah," kata Ning.


Ning mengalami luka bacokan senjata tajam yang sangat parah. Lima luka bacokan terdapat di bagian kepala. Sementara di bagian leher, dada, paha kanan masing-masing terdapat satu luka bacokan.


Ning pun keluar dan meminta bantuan tetangganya. Bersama seorang tetangga, Ning membawa Linda ke RS Mitra Kemayoran Jakarta Pusat.


"Di mobil dia sempat ngomong kalau kepalanya perih. Terus saya pangku kepalanya," kata wanita yang baru tiga bulan bekerja sebagai PRT di rumah keluarga korban.


Menurut Ning, Linda sudah menghembuskan nafas terakhir di tengah perjalanan menuju rumah sakit. Akibat luka parah yang dialaminya, Linda diduga kehabisan nafas.






Editor :


Ana Shofiana Syatiri









2:55 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger