Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Basuki Akan Bayari Bayi Kurang Gizi di Cijantung

Written By Unknown on Saturday, August 31, 2013 | 2:56 PM






JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur Basuki Tjahja Purnama kaget saat dimintai komentar terkait bayi bernama Dewi Asih di Cijantung, Jakarta Timur, yang kekurangan gizi. Dia berniat membiayai bayi tersebut.

"Saya belum tahu. Kalau ada KJS harusnya lapor ke kita, masalah kurang gizi harus kita bantu," ujar Basuki saat menghadiri Lebaran Betawi di Monas, Sabtu (31/8/2013).

Basuki mengatakan, anak kekurangan gizi harus dibantu dengan makanan yang bergizi. Bila memang nanti tidak ada yang mampu membayari, ia yang akan membayari.

"Kalau tidak ada yang mau bayari, aku yang bayari," ujarnya.

Basuki berencana akan mengunjungi putri bungsu dari empat bersaudara yang merupakan anak dari Mardianah itu. Bayi tersebut kini berusia 7 bulan. Meski begitu, berat badannya hanya 2,7 kg. Semestinya, untuk bayi seumur Dewi, berat badan normalnya 6 kg hingga 10 kg.

Orangtua Dewi bekerja sebagai kuli bangunan, yang hanya bisa membawa uang Rp 50.000 setiap harinya. Ditambah lagi ketiga kakak Dewi yang masih bersekolah menjadikan hidup keluarga tersebut semakin berat.

Saat ini keluarga tersebut mengontrak rumah di Jalan Swadaya II No 29, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur.




Editor : Ana Shofiana Syatiri


















2:56 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













2:55 PM | 0 komentar | Read More

Senin, Pasar Blok G Tanah Abang \"Launching\"

Written By Unknown on Friday, August 30, 2013 | 2:56 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Jakarta yang ingin berbelanja di Pasar Tanah Abang, jangan lupa mampir ke Blok G. Pada Senin (2/9/2013) mendatang, Blok G akan launching perdana.

"Blok G fix hari Senin launching," kata Walikota Jakarta Pusat Saefullah pada Jumat (30/8/2013).

Sementara itu, pengundian tahap II Pasar Blok G akan dilakukan pada Sabtu (31/8/2013) besok. Pengundian tahap II sempat tertunda lantaran ada beberapa pedagang yang belum mendapatkan surat.

Terdapat 324 pedagang yang akan mengikuti pengundian tahap kedua ini. Adapun saat ini ada 530 pedagang yang sudah memegang kunci kios Pasar Blok G Tanah Abang, pada pengundian tahap pertama.

"Yang lolos pengundian kios tahap pertama ada 590. Tapi yang sudah mengambil kunci kios 530 pedagang," kata Kasudin Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jakarta Pusat, Slamet Widodo ketika dihubungi.

Slamet menjelaskan bahwa pada proses pengundian kios yang dilakukan oleh Sudin UMKM pada tahap pertama yang hadir hanya 590 pedagang. Padahal pedagang Pasar Tanah Abang yang lolos verifikasi dan pendataan ulang tahap I ada sebanyak 601 pedagang. Sehingga, sisa sebanyak 10 kios dilimpahkan pada proses verifikasi dan pendataan ulang tahap II.




Editor : Ana Shofiana Syatiri


















2:56 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













2:55 PM | 0 komentar | Read More

Arumi Bachsin Resmi Menikah


Jakarta - Kabar bahagia tengah menyelimuti pasangan selebriti, Arumi Bachsin dan kekasihnya Emil Dardak. Keduanya melangsungkan pernikahan di Rumah Maroko, kawasan Jakarta Pusat, Jumat (30/8).


Meski tersendat-sendat, tepat pukul 09.00 WIB, Emil dengan satu tarikan napas resmi menjadi suami Arumi Bachsin di depan saksi dan keluarga besarnya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Arumi Bachsin binti Rudi Bachsin dengan mas kawin tersebut tunai," ujar Emil saat mengucap ijab kabul.


Lebih lanjut dalam pernikahan yang nuansa adat Bengkulu dan Palembang itu, Emil menyerahkan mas kawin berupa emas seberat 35,8 gram.


Sementara itu AM Fatwa dan KH Said Agil Siradj didaulat kedua keluarga untuk menjadi saksi dalam pernikahan tersebut.


2:12 PM | 0 komentar | Read More

Basuki Minta Tak Ada Lagi Anak Tertinggal Putus Sekolah

Written By Unknown on Thursday, August 29, 2013 | 2:56 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Dina Lestari dan Diki Wahyudi yang sudah dua tahun putus sekolah kini telah kembali masuk sekolah. Kepada Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Mulyadi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta tidak ada lagi anak tertinggal putus sekolah.

"Menurut pak Wagub, jangan sampai ada anak yang tertinggal tidak sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (29/8/2013).

Menurut Taufik, anak kembar berusia 13 tahun itu telah mengikuti kegiatan belajar mengajar lagi sejak Rabu (28/8/2013) kemarin. "Ananda Dina Lestari kelas 5 SD Grogol Utara 09 Pagi. Sementara ananda Dicky Wahyudi saat ini sudah mulai bersekolah kelas VII SMP 185," ujar Taufik.

Taufik menjelaskan, pihaknya melalui bidang TK/SD dan bidang SMP/SMA, langsung ke rumah orangtua dan mencarikan sekolah bagi kedua anak tersebut. Dinas Pendidikan DKI juga telah memberikan kelengkapan sekolah, seperti buku, seragam, dan alat tulis. 

Sementara berdasarkan penjelasan Basuki, pembiayaan sekolah anak kembar itu menggunakan dana operasional pribadinya. Basuki juga mengaku meminta bantuan kepada staf pribadinya, Nathanael yang juga koordinator Ahok Center untuk mengurusi permasalahan itu. Mulai dari meninjau lokasi rumah anak kembar itu hingga mengurusi sekolah.

Dina dan Diki putus sekolah selama dua tahun. Mereka merupakan anak dari Rosidah (41), dengan kartu keluarga Jakarta Selatan benomor 3174050601093123.

Dalam Kartu Keluarga tertanggal 17 Desember 2012 itu, kepala keluarga mereka bernama Eko Waluyo. Rosidah sudah lama berpisah dengan suaminya, dan kini bekerja serabutan. Anak paling tua Rosidah, putus sekolah dan membantu sang eyang berjualan ikan di Jepara.

Warga RT 08 RW 04 Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ini mengatakan, anak kembarnya sempat mengikuti orientasi sekolah di SMP Al Ikhlas, salah satu sekolah swasta. Saat itu, mereka mendapat keringanan berupa dua kali mencicil biaya masuk sekolah sebesar Rp 1 juta. Namun, kata Rosidah, dia tak sanggup memenuhi keperluan perlengkapan sekolah untuk kedua anaknya itu, bahkan untuk biaya hidup sehari-hari pun sudah berat.

Sebagai buruh cuci, dia mengaku hanya mendapat upah harian Rp 25.000 di lingkungan tempatnya tinggal. Sekarang, lanjut Rosidah, Dina dan Diki juga ikut bekerja serabutan dengan menjadi penjaga rental playstation di dekat rumah mereka. Dia berharap kedua anaknya ini masih bisa melanjutkan sekolah, setidaknya sampai tamat SMP.




Editor : Ana Shofiana Syatiri
















2:56 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













2:55 PM | 0 komentar | Read More

Basuki Peringatkan Warga Waduk Ria Rio

Written By Unknown on Wednesday, August 28, 2013 | 2:56 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Penolakan warga Pendongkelan, yang tinggal di sekitar Waduk Ria Rio, kepada petugas Satpol PP yang hendak memberikan surat peringatan membuat Basuki Tjahaja Purnama heran. Menurutnya, Pemprov DKI dibuat serba salah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan bahwa sudah jelas bahwa warga di sana melanggar peraturan dengan menempati lahan milik Pemprov DKI Jakarta itu.

"Makanya inikan lucu, kita kasih surat, bahwa anda langgar peraturan, salah. Kita datang sosialisasikan ke anda, (tapi) ditolak," kata Basuki saat ditemui dalam acara Rakor Penanggulangan HIV Aids di DKI Jakarta, di Gedung LPMJ, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (28/8/2013).

Basuki memberikan analoginya tentang kepolisian yang melakukan penindakan terhadap pencuri. Misalnya, lanjut Basuki, dia mencontohkan dirinya adalah seorang pencuri yang datang hendak merampok. Sudah jelas bahwa pencuri yang merampok akan dipenjarakan oleh polisi.

"Ketika ia sebagai pencuri, misalnya, meminta petugas polisi untuk pergi, apakah petugas kepolisian akan pergi menuruti perkataannya?" tanya Basuki.

"Tetap mau nangkep saya kan? Terus waktu mau nangkep saya, saya cabut golok? Kira-kira saya dilumpuhkan polisi enggak? Apa itu melanggar HAM saya? Tidak melanggar HAM saya, kan," ujarnya.

Untuk itu, suami Veronica Tan ini meminta warga Waduk Ria Rio tidak melakukan perlawanan dengan kekerasan. Apabila tidak menaati, pihaknya akan melakukan upaya penindakan terhadap warga yang melawan peraturan.

"Karena anda melanggar peraturan, kita tindak keras. Anda mau main keras, ya kita tindak," ujar Basuki.

Beberapa petugas yang mendatangi Waduk Ria Rio, Kampung Pedongkelan, Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, sempat diminta meninggalkan lokasi oleh warga RT 07 RW 15, Selasa (27/8/2013). Petugas Satpol PP yang hendak memberikan surat peringatan penertiban dan juga petugas dari PT Pulomas Jaya yang hendak melakukan pengukuran tanah diusir warga setempat.




Editor : Ana Shofiana Syatiri


















2:56 PM | 0 komentar | Read More

Seluruh Lahan Waduk Ria Rio Punya Pemerintah

Written By Unknown on Tuesday, August 27, 2013 | 2:55 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Yonathan Pasodung menegaskan, seluruh lahan di kawasan Waduk Ria Rio, Pulogadung, Jakarta Timur adalah milik Pemerintah Provinsi Jakarta.

"Seluruhnya milik pemerintah," ujarnya kepada wartawan di Balaikota, Selasa (27/8/2013).

Yonathan menampik jika ada warga yang memiliki bukti terkait kepemilikan lahan di kawasan waduk seluas sekitar 25 hektar itu. Pemprov DKI juga telah mengeceknya sampai ke Mahkamah Agung (MA) dan tidak mendapati bukti kepemilikan itu.

"Kalau warga hanya punya bukti pembayaran pajak pembangunan daerah, saya tegaskan, hal itu bukan bukti kepemilikan," lanjut Yonathan.

Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan menemukan ada warga yang mengaku memiliki bukti kepemilikan lahan tersebut. Terlebih, Jokowi sempat berjanji warga boleh menempati lahan tersebut usai kebakaran, Maret 2013 lalu.




Editor : Ana Shofiana Syatiri


















2:55 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













2:55 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger