Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Disetir Industri, Jay Subiakto Prihatin dengan Seniman Muda

Written By Unknown on Saturday, January 11, 2014 | 2:12 PM


Jakarta - Jay Subiakto mengaku khawatir dengan seniman muda atau generasi sekarang yang selalu diatur oleh industri dalam berkarya, entah dalam musik ataupun film. Dengan banyaknya suguhan-suguhan dari industri tersebut, maka banyak karya-karya yang sebenarnya bagus tetapi tidak tereskpos.


"Saya berharap generasi muda mau mencoba untuk berpikir dan juga memiliki idealisme. Karena tidak semua yang kita lakukan untuk uang," ujarnya di sela-sela jumpa pers konser 40 Tahun Erros Djarot Berkarya di Jakarta, Jumat (10/1).


Menurutnya, generasi muda harus bisa memikirkan sesuatu yang original dan baru bila ingin menjadi berkualitas. Dengan begitu, Jay selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya agar masyarakat bisa mengapresiasi yang memang patut diapresiasi.


"Orang Indonesia juga memiliki kecenderungan lebih menghargai karya orang asing. Misalnya bila musisi asing konser di sini dengan musik seadanya dan telat memulai konser, penonton mana ada yang marah-marah. Namun, bila saya yang melakukan kesalahan semua marah-marah. Padahal saya selalu total dalam menggelar konser tidak pernah setengah-setengah," keluhnya.


Dia juga mencontohkan untuk konser 40 Tahun Erros Djarot Berkarya yang sedang dia urus. Jay mengungkap tidak akan menampilkan hingar bingar yang tidak bermutu, seperti yang ada di televisi.


"Bila konser persembahan Mas Erros ini masuk televisi, pasti kita harus menampilkan artis-artis yang lagi ngetop seperti Cherrybelle, JKT 48 atau Wali. Karena televisi kita hanya mementingkan rating," imbuh Jay.


2:12 PM | 0 komentar | Read More

Daniel Mananta Jadi Eksekutif Produser "Killers"

Written By Unknown on Friday, January 10, 2014 | 2:12 PM


Jakarta - Presenter Daniel Mananta semakin melebarkan sayapnya di dunia hiburan. Setelah mencoba bisnis pakaian, kini ia merambah dunia film. Tidak tanggung-tanggung, pria kelahiran 32 tahun silam itu mendapat kesempatan untuk menjadi eksekutif produser.


Ia berkolaborasi dengan sutradara "The Month Brothers" lewat film berjudul “Killers”. Ia menyatakan memang sudah lama tertarik dengan dunia film dan ini merupakan film perdananya.


"Gue hobi banget nonton film. Semua jenis film gue tonton, dari jenis drama sampe horor gue tonton. Beberapa tahun lalu gue dapet skrip film Killers dan gue tertarik banget. Menurut gue film ini terlalu bagus dan sangat sayang untuk nggak dibuat," ucapnya di Jakarta, Rabu (8/1).


Setelah "Killers", mantan VJ MTV  juga akan memproduseri sebuah film lagi. Daniel merasa ini dikarenakan menjadi tantangan baru baginya. Ia merasa cukup puas dengan hasil film ”Killers”, karena berhasil menembus Sundance Film Festival 2014 di Amerika Serikat.


Baginya, mengumpulkan dana untuk membiayai produksi film menjadi tugasnya. Awalnya, Daniel pun merasakan kesulitan ketika harus membuat proyek ini berjalan lancar.


"Rising funding seru juga. Apalagi, kan ini kerjasama dua negara. Tek-tokannya lumayan lama. Bahasa juga jadi tantangan. Lumayan banyak deh tantangannya. Mulai dari cari dana, liat skrip dan ingin segera merealisasikannya. Kebetulan baru buat perusahaan dengan partner, Damn Inc. Dan akhirnya nyari dana, fix dengan Jepang," jelasnya.


Ia merasakan perbedaan ketika berada di depan layar dan saat menjadi orang yang berada di balik kesuksesan sebuah karya. "Gue lumayan deg-degan sih. Proses seru banget. Beda saat gue host. Di depan layar. Beda banget dengan di belakang layar," ujarnya lagi.


Daniel berharap agar filmnya tak hanya ditonton oleh masyarakat Indonesia, tapi juga oleh pencinta film di luar negeri.


2:12 PM | 0 komentar | Read More

Demi Masa Depan, Terry Putri Kini Nyambi Buka Butik

Written By Unknown on Thursday, January 9, 2014 | 2:12 PM


Jakarta - Artis Terry Putri tahu benar bahwa umur kehidupan menjadi seorang entertainer tidaklah panjang. Oleh sebab itu Terry kini punya aktifitas baru, yakni berjualan baju. Tak hanya sendirian, Terry mengandeng istri almarhum Ustad Jefri Al-Buhori, Pipik Dian Irawati dalam menjalankan bisnisnya. Hal itu diungkapkan presenter olahraga di salah satu stasiun televisi itu saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Rabu (8/1).


"Iya, ini ambil bajunya dari Umi Pipik. Sebenarnya bisnis yang handle kakak aku dan dijual secara online," ungkap Terry Putri.


Lebih jauh Terry menjelaskan bahwa tugas yang dia emban bukan hanya mensosialisasikan koleksi baju yang dijualnya, tapi juga menyediakan modal usaha demi kelangsungan usahanya tersebut.


"Jadi semua keuntungan itu aku putar saja dulu, lebih ke saving untuk masa depan. Saya juga kan melebarkan bisnis ke daerah, ya... hitung-hitung mengembangkan daerah saya," lanjutnya.


Untuk meminimalisir tingkat kekecewaan pelanggan, Terry mengaku selalu berusaha untuk memperbaiki metode penjualannya.


"Kecewa pasti ada, karena kan belanjanya lewat online. Kalau mereka komplain kami jelaskan. Kalau yang mereka beli itu apa, seperti yang mereka lihat dalam foto. Lagipula aku jualan baju yang tak terlalu ribet, simpel-simpel saja. So far so good," ujarnya.


2:12 PM | 0 komentar | Read More

Diputar Ulang, Adipati Dolken Ajak Masyarakat Saksikan "Sang Kiai"

Written By Unknown on Wednesday, January 8, 2014 | 2:12 PM


Jakarta - Setelah terpilih menjadi film terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2013, film "Sang Kiai" berhak mendapatkan kesempatan untuk ditayangkan kembali di bioskop-bioskop di Indonesia, pada 9 Januari 2014 mendatang.


Aktor Adipati Dolken, yang berhasil meraih Piala Citra untuk kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik FFI 2013 lewat perannya dalam film tersebut menyatakan, film itu pantas diputar ulang kembali agar masyarakat yang belum sempat nonton bisa melihat kembali tentang kisah perjuangan dan keteladanan KH Hasyim Asy'ari


"Sebagai salah satu pemain film yang berperan sebagai Harun, santri KH Hasyim Asy'ari, saya menilai film ini mensyiarkan soal pentingnya menjaga nasionalisme. Pastinya saya merasa senang kalau film ini diputar lagi. Dengan jadi film yang terbaik, film ini dapat kesempatan istimewa bisa diputar lagi," katanya ketika di Jakarta, Selasa (7/1).


Film hasil karya sutradara Rako Prijanto dibintangi oleh Ikranagara, Cristine Hakim, Adipati Dolken dan Agus Kuncoro tersebut, juga meraih tiga penghargaan dalam kategori lain yakni sutradara terbaik (Rako Prijanto), peran pendukung pria terbaik (Adipati Dolken), dan penata suara terbaik (Khikmawan Santosa, M Ikhsan, Yusuf A Pattawari).


Walaupun akan diputar ulang, Adipati belum mengetahui kapan kira-kira jangka waktu film tersebut dapat bertahan di pasaran. Semua akan dilihat dulu dari banyaknya minat penonton yang menyaksikan film tersebut.


"Makanya saya menghimbau bagi yang belum nonton, ataupun masih ingin nonton lagi sebagai film terbaik 2013, ya besok Kamis adalah jawabannya. Ditonton ya film Sang Kiai. Dijamin gak akan nyesel," ajaknya.


Dengan adanya film ini, insan perfilman Indonesia turut mengingatkan kembali tentang sejarah. Saat diputar kembali, ia berharap film ini bisa menjadi sarana untuk generasi muda sekarang lebih mengenal lagi sosok-sosok pahlawan yang ada di Indonesia.


"Generasi kita lebih mengenal pahlawan internasional daripada kenal pahlawan kita sendiri, karena itu kita butuh mengenalkannya lagi. Banggalah dengan Tanah Air sendiri," tegasnya.



2:12 PM | 0 komentar | Read More

"Girl Rising", Kisah Remaja Perempuan di Negara Berkembang

Written By Unknown on Tuesday, January 7, 2014 | 2:12 PM


Jakarta - Hari ini Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) menyelenggarakan pemutaran film berjudul Girl Rising di @america Pacific Place, Jakarta. Film ini mengisahkan kondisi anak-anak perempuan yang tinggal di beberapa negara sedang berkembang.


Kumpulan kisah ini dikemas dalam bentuk film dokumenter yang disutradarai oleh Richard E. Robins dan didukung oleh Intel Corporation dan CNN Films.


Film ini juga dinaratori oleh beberapa artis Hollywood. Antara lain, Meryl Streep, Anne Hathaway, Liam Neeson, Cate Blanchett dan Selena Gomez.


"Kita harus peduli dengan kondisi perempuan karena ada seorang ahli ekonomi yang bilang kalo keberhasilan suatu negara juga ditentukan dengan kondisi perempuan dari negara tersebut," ungkap Kristen F. Bauer, Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia pada acara diskusi dan pemutaran film dokumenter Girl Rising di Jakarta, Senin (6/1).


Kristen juga menggambarkan bahwa kondisi perempuan di dunia masih sangat memprihatinkan. Sebanyak dua pertiga penduduk di dunia yang buta huruf adalah berjenis kelamin perempuan. Dan masih banyak perempuan di dunia yang mendapat pelayanan kesehatan buruk.


"Film ini sudah diputar di beberapa negara termasuk Amerika Serikat dan mendapat sambutan yang sangat baik. Saya harap melalui film ini isu-isu kekerasan terhadap perempuan bisa berkurang," ujarnya.


Film dokumenter ini mengisahkan kehidupan seorang anak perempuan yang berasal dari sembilan negara. Yaitu Kamboja, Haiti, Nepal, Mesir, Ethiopia, India, Peru dan Afghanistan.


Diceritakan bahwa kemiskinan dan budaya di masyarakat menjadi isu utama dalam menghambat pendidikan perempuan. Perempuan di belahan-belahan dunia tersebut tidak bisa menikmati pendidikan selayaknya. Bahkan sebagian dari mereka harus rela bekerja di usia dini untuk mengalah karena orang tuanya hanya mampu menyekolahkan saudara laki-lakinya.


"Keluarga lebih memilih laki-laki yang disekolahkan, karena dianggap laki-laki bisa merantau ke kota dan bisa lebih mandiri. Selain itu, laki-laki dianggap sebagai pencari nafkah yang ideal untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga," kata Michelle Bekkering, Resident Country Director, International Republican Institute (IRI).


2:12 PM | 0 komentar | Read More

KPI Berikan Teguran Tertulis untuk Program "Yuk Keep Smile"

Written By Unknown on Monday, January 6, 2014 | 2:12 PM


Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah memberikan teguran tertulis kepada "Trans TV" terkait program "Yuk Keep Smile" atau YKS yang dinilai telah melakukan pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI 2012.


Sujarwanto Rahmat selaku Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat mengatakan, teguran tertulis tersebut diberikan berdasarkan kewenangan menurut Undang-Undang (UU) 32/2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran), pengaduan masyarakat, pemantauan, dan hasil analisis yang dilakukan KPI.


"Program YKS di "Trans TV" telah pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran sehingga kita berikan teguran tertulis yang pertama," kata Sujarwanto Rahmat kepada Beritasatu.com di Jakarta, Senin (6/1).


Dalam isi surat teguran tertanggal 3 Januari 2014 tersebut, disebutkan bahwa program YKS telah melakukan pelanggaran P3 dan SPS pada 9 Desember 2013, yaitu menampilkan gerakan tubuh atau tarian yang mengandung unsur erotis pada lagu "Oplosan", penggunaan pakaian yang minim sehingga mengeksploitasi atau menampilkan bagian-bagian tubuh yang tidak pantas dipertontonkan seperti paha dan/atau bokong, serta pengambilan gambar secara medium shot dan low angle shot sehingga menampilkan bagian bawah tubuh si penari.


Jenis pelanggaran ini menurut KPI dikategorikan sebagai pelanggaran atas penghormatan terhadap nilai dan norma kesopanan dan kesusilaan, perlindungan anak dan remaja, pelarangan program yang mengeksploitasi bagian tubuh dan menampilkan gerakan erotis, penggolongan program siaran, dan ketentuan siaran langsung.


KPI Pusat juga kembali menemukan adanya pelanggaran pada 20 Desember 2013, karena adanya goyangan Sazkia Gotik yang erotis dan mengeksploitasi atau menonjolkan bagian tubuh yang tidak pantas ditampilkan.


Tayangan tersebut menurut KPI Pusat telah melanggar P3 Pasal 9, Pasal 14, Pasal 16, Pasal 21 Ayat 1, Pasal 47 Ayat 1 dan 2, dan SPS Pasal 9, Pasal 15 Ayat 1, Pasal 18 huruf h dan i, Pasal 37 Ayat 1, 2, 4 huruf a dan f.


"Saat ini memang baru teguran pertama. Kalau masih melanggar, akan kami berikan teguran kedua. Namun apabila masih melanggar lagi, sanksi yang diberikan berupa penghentian program sementara setelah sebelumnya kita berikan kesempatan untuk melakukan klarifikasi," terang Sujarwanto.


Tentang adanya anggapan bahwa KPI kurang tegas dalam memberikan sanksi terhadap tayangan yang dianggap masyarakat tidak bermoral, Sujarwanto punya penjelasannya.


"Bukan soal memberi teguran atau tidak, karena KPI kan berpegang pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran. Kalau tidak ada yang dilanggar dalam undang-undang tersebut, tentunya kami tidak bisa memberikan teguran atau pun sanksi," jelas dia.


Apalagi menurut Sujarwanto, aturan-aturan yang dibuat KPI memang belum sampai menjangkau pada kualitas atau mutu program televisi. "Misalnya ada acara lawakan yang dianggap masyarakat tidak bermutu, kalau acara ini tidak melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran, ya tidak bisa kita tegur atau kita berikan sanksi. Karena memang undang-undang kita belum sampai bicara pada kualitas dan mutu program," tegas dia.


Desakan agar tayangan YKS dihentikan memang semakin kuat pasca munculnya petisi yang dibuat Rifqi Alfian di situs www.change.org.


Hingga Senin (6/1) siang, petisi online tersebut sudah ditandatangani lebih dari 31.000 orang sebagai bentuk dukungan mereka agar tayangan YKS dihentikan.


2:12 PM | 0 komentar | Read More

Radja Laporkan Inul, Rossa, dan Charly Terkait Pembajakan Lagu

Written By Unknown on Saturday, January 4, 2014 | 2:13 PM


Jakarta - Rupanya grup band Radja serius dengan ancamannya akan melaporkan rumah karaoke milik Inul Daratista, Rossa, Charly Van Houten dan rumah Karaoke Nav dan Happy Puppy ke pihak Kepolisian atas tuduhan pencurian hak cipta akibat lagunya di pakai di rumah karaoke tersebut.


Radja yang diwakili kuasa hukumnya, Yanuar Bagus Sasmito resmi membuat laporan dengan melaporkan 5 perusahaan rumah karaoke ( PT Inul Vista Pratama, PT Diva Head Office, PT Charly Family Karaoke, PT Imperium Happy Puppy, dan PT Nav Karaoke) ke Mabes Polri, Jumat (3/1).


"Kami melapor karena tidak ada itikad baik dari pihak karaoke itu. Mereka telah mencuri terkait Undang-Undang hak cipta," ungkap Yanuar Bagus Sasmito.


Yanuar menambahkan, permasalahan ini akhirnya dibawa ke ranah hukum karena tidak adanya lagi niatan baik dari para pemilik karaoke yang di beri somasi untuk menyelesaikan pelanggaran hak cipta ini.


"Khusus Inul Vista sudah tiga kali kami somasi. Yang lainnya hanya dua kali. Tapi mereka bilang sudah bayar di KCI (Karya Cipta Indonesia), WAMI (Wahana Musik Indonesia)," lanjut Yanuar.


Yanuar juga menegaskan bila mereka telah membayar kepada pihak KCI dan WAMI hal tidak berpengaruh karena mereka (Radja) belum mendaftarkan lagu "Parah" yang mereka bajak ke lembaga tersebut.


Adapun laporan yang dibuat group band Radja tersebut tercatat dengan no laporan LP/04/I/2014/Bareskrim. Kelima perusahaan karaoke itu bakal dikenakan pasal 72 UU No. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta.


"Ancaman dendanya Rp 5 miliar dan hukuman tujuh tahun penjara. Barang siapa yang mencuri untuk kepentingan pribadi dan dalam kategori dikomersilkan itu melanggar hukum," tandas Yanuar.


2:13 PM | 0 komentar | Read More

Siti Badriah Ingin Bangun Rumah untuk Orangtua

Written By Unknown on Monday, December 30, 2013 | 2:12 PM


Jakarta - Nama Siti Badriah kini kian terkenal di industri musik dangdut. Pelantun lagu "Berondong Tua" makin laris dan pundi-pundi uangnya terus bertambah. 


Tak ingin hasil kerja kerasnya terbuang begitu saja, Siti ternyata punya misi tersendiri bila dirinya sukses sebagai penyanyi dangdut. Yakni bisa membantu orangtuanya merenovasi rumah orangtuanya di kawasan Bekasi. Hal itu diungkapkan Siti saat ditemui dikawasan Jakarta Pusat, belum lama ini.


"Alhamdulillah aku mulai bisa bantu orangtua dari hasil kerjaku. Malah sekarang Siti lagi bangun rumah orangtua yang di Setu, Bekasi," ujarnya.


Siti mengaku tidak memakai jasa konsultan dalam membangun rumah. Yang pasti, ia ingin memberikan tempat tinggal yang nyaman bagi orangtuanya.


"Aku gak pake arsitek-arsitek buat bangun rumahnya. Maklum gak kenal begituan. Sekarang sudah rampung 50 persen," katanya.


Sebelumnya, Siti diterpa isu tak sedap. Foto-foto syur tanpa busana mirip dirinya beredar di internet. Ia membantah kalau itu foto dirinya. Tak mau mempersoalkan lebih rumit, Siti lebih memilih mencari uang dengan suaranya.




2:12 PM | 0 komentar | Read More

Pemprov DKI Ingin Beli Bangunan Kuno untuk Cagar Budaya

Written By Unknown on Sunday, December 29, 2013 | 2:12 PM


Jakarta - Banyaknya bangunan cagar budaya maupun rumah tokoh-tokoh sejarah di Ibukota membuat Pemprov DKI Jakarta berniat untuk membeli dan merawatnya apabila pihak keluarga bersedia menjualnya.


Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, selama ini pihak keluarga kerap menjual bangunan kepada pihak swasta. Namun saat ini belum ada keluarga dari tokoh sejarah yang bersedia menjualnya kepada Pemprov DKI.


"Belum ada (yang menjual). Selama ini rumah-rumah kuno itu dijual ke pengusaha. Kalau cuma kuno biasa masih oke, ini kadang-kadang sejarah kan," katanya di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (29/12).


Basuki menyebutkan, dulu terdapat ada Museum Adam Malik di kawasan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Namun keberadaannya sudah tidak ada dikarenakan dijual oleh ahli warisnya kepada pihak swasta. Mantan Bupati Belitung Timur ini pun menyayangkan hal tersebut, sedianya museum-museum atau bangunan-bangunan bersejarah dijual kepada pihaknya. Terlebih DKI juga memberikan potongan harga untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada bangunan atau rumah tersebut sebesar 75 persen.


"Seharusnya museum-museum seperti itu dijual ke kita (DKI) saja, yang kita harap seperti itu sehingga kita pesan kepada keluarga," katanya.


Basuki mencontohkan keluarga Bung Hatta dan pihaknya sudah meminta untuk menjualnya ke DKI saja terkait hal itu. Ia juga menyambut baik rencana salah satu mantan Menteri Pekerjaan Umum (PU) yang akan membuat museum dan akan dikelola dan dipelihara oleh keluarganya sendiri.


"Kita lebih senang karena kita ingin banyak museum-museum lah supaya orang kenal, karena mereka orang-orang hebat. Mereka juga setuju tapi memang belum berniat menjualnya," imbuh pria yang akrab disapa Ahok ini.


Begitu pun dengan Kota Tua yang haknya masih dipegang oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ia ingin agar pengelolaannya dialihkan ke DKI. Sebab, pihaknya melihat pihak BUMN tidak ada tanggung jawab untuk mengelola Kota Tua itu.


"Kota Tua masih dipegang haknya BUMN. Maka kita bilang, kalau tidak mau urus kasih kami saja. Buat saja perjanjian, kalau mau hibahkan pada DKI ya kami beli," kata Ahok.


Ia mengatakan, seharusnya urusan dari pemerintah kepada pemerintah lebih mudah. Pihaknya juga sudah mengajukan permintaan tersebut kepada Presiden RI, tetapi belum mendapat respon hingga saat ini.


2:12 PM | 0 komentar | Read More

Tika Bisono Hidupkan Lagi Lagu Anak Lewat Album "Pelangi Acila"

Written By Unknown on Saturday, December 28, 2013 | 2:12 PM


Jakarta - Minimnya lagu anak-anak yang melodi dan liriknya sesuai dengan usia dan perkembangan anak, rupanya langsung ditanggapi oleh psikolog Tika Bisono.


Pada 2011, ia menggagas lomba cipta lagu untuk anak yang diberi nama "Ajang Cipta Lagu Anak Indonesia 2011" (ACILA 2011).


Sebanyak 12 lagu dari pemenang lomba ACILA 2011, ditambah 1 lagu karya cipta peserta termuda, akhirnya disatukan menjadi sebuah album bertajuk "Pelangi Acila" yang baru saja dirilis Jumat (27/12).


Nugie, Dea Mirella, Herson Riewpassa, Ari Malibu, Tika Bisono, Maya Angela, Michael Parengkuan, Leony Paramitha, Dania Anisa Najmi, Erik Nando dan Musicologi didaulat untuk menyanyikan lagu-lagu tersebut.


"ACILA 2011 dilaksanakan untuk memberi penyegaran dan alternatif baru bagi lagu anak-anak pop Indonesia, sehingga bisa menjadi rujukan yang kreatif, harmonis dan edukatif agar proses tumbuh kembang anak dapat sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka," kata Tika yang menjabat sebagai Ketua Umum Acila saat peluncuran album "Pelangi Acila" di Jakarta, Jumat.


Menurutnya, hal ini dapat membantu anak untuk membangun karakter, kepribadian dan menguatkan akar budayanya.


"Dalam album 'Pelangi Acila' ini, kami mengambil enam tema yang bisa masuk untuk semua anak, yaitu tentang cinta kasih, tolong menolong, respek, persatuan, kedamaian, dan juga toleransi. Enam tema ini yang mewarnai lirik lagu- lagu di album 'Pelangi Acila'," papar Tika.


Lagu-lagu di album ini diaransemen oleh komposer andal seperti Purwa Tjaraka, Dody Sukaman, dan juga komposer muda Ega Black Out, Bemby Noor dan Alfa Dwi Agustiar.


"Segmen yang ingin dirangkul ACILA ini bukan lagu untuk anak-anak usia Play Group dan Taman Kanak-Kanak (TK), melainkan usia Sekolah Dasar (SD) dan awal SMP yang bisa menjadi rujukan kreatif, harmonis, edukatif sesuai dengan tahap usia, pemahaman, perasaan dan pola pikirnya," jelas Tika.


Untuk mendistribusikan album ini, pihak Tibis Sinergi yang menanungi ACILA telah menggandeng Indomart. Sehingga album "Pelangi Acila" ini bisa didapatkan di 9.000 gerai Indomart yang tersebar di seluruh Indonesia.


"Mudah-mudahan lewat lagu-lagu di album ini, para orangtua bisa mengisi kembali asupan budi pekerti yang saat ini dirasa sangat kurang," pungkasnya.


2:12 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger