Powered by Blogger.

Popular Posts Today

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By Unknown on Saturday, August 24, 2013 | 2:55 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













2:55 PM | 0 komentar | Read More

Carsten Mogensen/Carolina Marin, Kemenangan Terakhir Banga Beats





PUNE, KOMPAS.com - Pebulu tangkis asing yang dibeli Banga Beats pada Indian Badminton League (IBL), Carsten Mogensen (Denmark)/Carolina Marin (Spanyol), memberikan satu-satunya sumbangan angka untuk tim, saat bertemu Pune Pistons, di Pune Sports Complex, India, Jumat (23/8/2013).

Mogensen/Marin harus berjuang keras untuk mendapatkan kemenangan atas Joachim Fischer Nielsen (Denmark)/Ashwini Ponnappa (India), lewat pertandingan tiga game 20-21, 21-14, 11-8, dalam 45 menit.

Ini adalah satu-satunya kemenangan Bangga Beats pada pertandingan ini. Sebelumnya, empat wakil mereka tak ada yang bisa mencuri kemenangan atas Pue Pistons, termasuk Mogensen yang turun pada partai ketiga nomor ganda putra.

Mogensen yang berpasangan dengan Akshay Dewalkar (India), kalah dari Fischer Nielsen/Tan Wee Kiong (Malaysia), 18-21, 18-21.

Pada partai kedua nomor tunggal putri, Marin juga harus menelan kekalahan, saat bertemu pebulu tangkis senior asal Jerman, Juliane Schenk, 20-21, 10-21.

Kemenangan Mogensen/Marin menghadirkan senyuman di kubu Banga Beats, meski meraka harus mengakui kekalahan 1-4 dari Pune Pistons.

"Pertandingan tadi sangat ketat. Kami telah memprediksi hal itu sebelum bertanding. Kami hanya berusaha untuk menikmati pertandingan dengan dukungan penonton yang begitu meriah. Mencoba untuk tersenyum dan bersikap santai membuat kami lebih nyaman saat bermain," kata Mogensen usai pertandingan.

Pune Pistons (PP) vs Banga Beats (BB), 4-1:
Tunggal Putra: Anup Sidhar (India) (PP) v Hu Yun (Hongkong) (BB) [21-12, 21-18]
Tunggal Putri: Juliane Schenk (Jerman) (PP) v Carolina Marin (Spanyol) (BB)[21-20, 21-10]
Ganda Putra: Joachim Fischer Nielsen (Denmark)/Tan Wee Kiong (Malaysia) (PP) v Carsten Mogensen (Denmark)/ Akshay Dewalkar (India) (BB) [21-18, 21-18]
Tunggal Putra: Saurabh Verma (India) (PP) v Kashyap Parupalli (India) BB [19-21, 21-18, 11-4]
Ganda Campuran: Joachim Fischer Nielsen (Denmark)/Ashwini Ponnappa (India) (PP) v Carsten Mogensen (Denmark)/Carolina Marin (Spanyol) (BB) [21-20, 14-21, 11-8]




Editor : Pipit Puspita Rini















2:29 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By Unknown on Friday, August 23, 2013 | 2:55 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













2:55 PM | 0 komentar | Read More

Kali Ini, Jero Bilang Tak Tahu tentang Uang 200.000 Dollar AS






JAKARTA, KOMPAS.com
 — Penjelasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik berubah lagi. Ketika ditanyakan kembali soal uang 200.000 dollar AS yang ditemukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di ruangan Sekretaris Jenderal (Sekjen) ESDM Waryono Karno, kali ini Jero menjawab tidak tahu-menahu soal uang tersebut.

"Termasuk uang itu, Pak Bambang (Wakil Ketua KPK) bilang, kok biaya operasional kok dollar? Itu saya keliru. Saya katakan kalau ada uang, cek saja, jangan-jangan uang operasional di Sekjen. Di pikiran saya, kalau di Sekjen, adalah uang kas mestinya. Tapi, oh kalau dollar, silakan dicek saja apa uang itu, silakan cek, saya kan enggak tahu," ungkap Jero seusai mengikuti rapat kabinet terbatas yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (24/8/2013).

"Segitu banyaknya ruangan, saya enggak tahu ada apa saja di situ," tambahnya kemudian.



Sebelumnya, Jero mengatakan bahwa uang yang ditemukan itu bisa saja uang operasional kementerian. Dia mengibaratkan uang operasional itu seperti dompet bagi perorangan.

"Saya rasa itu (uang) operasional, kan biasa ada uang," kata Jero Wacik di Kementerian ESDM, Kamis (15/8/2013). 

"Orang tugas kan bawa uang," lanjut Jero.

Namun, dia mengaku tidak tahu pasti uang apa yang ditemukan KPK tersebut. Meski demikian, dia menampik uang tersebut dikaitkan dengan Partai Demokrat.

Serahkan pada KPK

Selebihnya, Jero meminta semua pihak untuk membiarkan KPK bekerja menelusuri penemuan uang tersebut lebih lanjut.

"Biarkan hukum yang bekerja, biar diperiksa nanti itu uang apa, saya terus terang memang tidak tahu sama sekali," ucapnya.

Dia pun mengaku belum melakukan investigasi internal di kementerian terkait asal usul uang yang ditemukan di ruangan Sekjen tersebut. Menurut Jero, pihaknya tidak mau mendahului proses hukum di KPK.

Penyidik KPK menemukan uang 200.000 dollar AS saat menggeledah ruangan Sekjen ESDM tak lama setelah menangkap tangan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini karena diduga menerima suap dari Komisaris Kernel Oil Pte Ltd Simon Gunawan Tanjaya pada Selasa (13/8/2013) malam. KPK pun meyakini uang di tas Wayono bukan operasional Kementerian ESDM.

"Sepertinya kok bukan dana operasional karena dana operasional di departemen itu sejauh yang saya tahu dalam bentuk mata uang rupiah," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP.

Informasi yang diperoleh Kompas, penggeledahan ruangan Waryono dilakukan karena penyidik KPK mendapatkan informasi dari Rudi. Untuk mengklarifikasi keberadaan uang tersebut, KPK pun berencana memeriksa Waryono. Namun, hingga kini, belum diketahui kapan persisnya anak buah Jero itu akan diperiksa KPK.




Editor : Caroline Damanik


















2:44 PM | 0 komentar | Read More

Delhi Smashers Masih Bergantung pada Koo Kien Keat/Tan Boon Heong





PUNE, KOMPAS.com - Salah satu tim yang berpartisipasi di Indian Badminton League (IBL), Delhi Smashers, masih mengandalkan ganda Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, sebagai penyumbang poin.

Koo/Tan kembali menjadi satu-satunya penyumbang angka untuk Smashers. Mereka mengalahkan Markis Kido (Indonesia)/Mathias Boe (Denmark) dari tim Awadhe Warriors dengan straight game 21-16, 21-19, dalam 31 menit, Kamis (22/8/2013).

"Kerjasama kami sangat baik. Kami memang sudah bersiap-siap untuk menghadapi Markis Kido dan Mathias Boe. Saya senang dengan kemenangan ini," ujar Koo usai pertandingan.

Hasil tersebut memberi satu kemenangan bagi Delhi Smashers yang saat itu tertinggal 0-2. Sayangnya, kemenangan Koo/Tan, tak diikui pemain lain di timnya. Delhi Smashers kalah 1-4.

Delhi Smashers (DS) vs Awadhe Warriors (AW), 1-4:
Tunggal Putra: B Sai Praaneth (India) (DS) v K Srikaanth (India) (AW)[14-21, 9-21]
Tunggal Putri: Arundhati Pantawane (India) (DS) v Pusarla Venkata Sindhu (India) (AW) [16-21, 17-21]
Ganda Putra: Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (Malaysia) (DS) v Markis Kido (Indonesia)/Mathias Boe (Denmark) (AW) [21-16, 21-19]
Tunggal Putra: Daren Liew (Malaysia) (DS) v RMV Gurusaidutt (India) (AW) [16-21, 20-21]
Ganda Campuran: V Diju/Prajakta Sawant (India) (DS) v Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadet (Indonesia) (AW) [20-21, 19-21]




Editor : Pipit Puspita Rini















2:29 PM | 0 komentar | Read More

Sulis Mantap Bernyanyi Lagu Melayu


Jakarta - Sulistyowati atau yang akrab disapa dengan Sulis (23) selama ini dikenal sebagai penyanyi religius. Namanya populer saat berduet dengan Haddad Alwi dalam album Cinta Rasul. Namun bukan berarti ia hanya bernyanyi di genre musik tersebut.


Tak lama lagi, wanita kelahiran Solo, Jawa Tengah itu akan melakukan sesuatu yang berbeda. Sulis akan tampil sebagai penyanyi melayu dalam konser Jakarta Melayu Festival, di Assembly Hall Bidakara Jakarta, Jumat (30/8).


Menjadi penyanyi melayu dengan cengkok yang khas, diakui Sulis sangat sulit. Menyanyikan lagu melayu, jelas berbeda dengan lagu lainnya. Bahkan menurut Sulis, menyanyi lagu tersebut hampir mirip dengan melantunkan selawat.


Kesulitan menyanyikan lagu melayu itulah yang menjadj tantangan Sulis. Meski susah, ia tak mau menyerah. Sulis yakin, kiprahnya sebagai penyanyi melayu bisa mengikuti jejak seniornya, Iyeth Bustami.


"Keterlibatan aku dalam Jakarta Melayu Festival adalah untuk mengingatkan bahwa musik melayu juga bisa menjadi musik anak muda. Buktinya, aku yang berumur 23 tahun mau menyanyikannya," kata Sulis saat ditemui usai jumpa pers Jakarta Melayu Festival di Taman Ismail Marzuki (TIM).


Selama kurang lebih 5 jam, dalam konser tersebut, penonton akan dibuai dengan kesyahduan lagu bernuansa melayu. Lagu melayu sebagai identitas bangsa Indonesia, saat ini memang tak terlalu populer dibandingkan dengan musik dari negara lain.


Berkaca pada fakta itu, Sulis sebagai generasi muda ingin mengembalikan kejayaan musik melayu. Dulu pada masa Soekarno, lagu melayu selalu jadi lagu wajib untuk para tamu Istana Negara. Lagu melayu menjadi primadona pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.


Kini, Sulis ingin membuat lagu melayu kembali ke Istana Negara. Lagu melayu ala generasi muda harus mampu mengungguli lagu-lagu dari luar negeri.


"Aku akan mengemas lagu melayu dengan gaya kekinian, sehingga anak muda mau menikmatinya. Bila sudah tertarik, otomatis kejayaan lagu melayu akan kembali seperti dulu. Lagu melayu pun bisa kembali ke istana," ujar penyanyi kelahiran 23 Januari 1990 ini.


2:12 PM | 0 komentar | Read More

Sopir Bos Giri Indah Ditetapkan Tersangka

Written By Unknown on Thursday, August 22, 2013 | 2:55 PM





BOGOR, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Bogor telah menetapkan sopir bus PO Giri Indah, Muhammad Amin (47), sebagai tersangka dalam kecelakaan maut yang menewaskan 20 orang di Jalan Raya Puncak, Desa Tugu Utara, Cisarua, Bogor, Rabu (21/8/2013).


"Terhitung sudah 1x24 jam, sopir kami tetapkan sebagai tersangka utama dalam kecelakaan ini," kata Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar Asep Syafrudin saat ditemui di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/8/2013).


Asep mengatakan, pertimbangan menetapkan Amin sebagai tersangka karena sopir merupakan orang yang bertanggung jawab dalam peristiwa kecelakaan tersebut. Amin dijerat Pasal 310 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. "Dalam pasal tersebut, supir terancam hukuman lima tahun penjara," kata Asep.


Namun, kata Asep, polisi belum menahan Amin karena ia masih menjalani perawatan dan observasi di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.


Menurut Asep, tim Puslabfor Polri masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kondisi mobil. Penyelidikan dilakukan untuk mengentahui pasti kondisi kelaikan bus pada saat kejadian. Ia menyebutkan, tidak tertutup kemungkinan PO Giri Indah juga ikut dimintai tanggung jawab sebagai pihak yang berwenang menyediakan transportasi yang layak jalan.


"Tentu di sini sopir tidak bertanggung jawab sendiri karena sebagai sopir dia mendapatkan tugas dari perusahaannya. Kita akan cari tahu apakah pihak pengelola melakukan pengecekan dan uji kir secara teratur atau tidak," kata dia.


Bus Giri Indah itu mengalami kecelakaan di Jalan Raya Puncak, Rabu siang. Bus yang mengangkut penumpang jemaat GBI Rahmat Emmanuel Kelapa Gading, Jakarta Utara, itu baru pulang ibadah kebaktian di wilayah Kota Bunga, Cipanas.


Pada hari kejadian, 19 korban meninggal dunia terdiri dari 18 penumpang bus dan seorang warga setempat. Hari ini jumlah korban bertambah menjadi 20 orang setelah seorang warga Bogor meninggal dunia akibat tertabrak bus sesaat sebelum terjun ke Kali Ciliwung.


Bus diduga mengalami rem blong, melaju dari arah Cipanas menuju Gadog. Bus kehilangan kendali dan menghantam sebuah mobil pikap bermuatan gas elpiji serta sebuah toko material.


Sesaat sebelum terjun ke jurang, bus menabrak mobil pikap yang tengah diparkir di sebuah toko. Saat itu ada dua warga Bogor bernama Sulaeman, petugas gas, dan Ajid yang sedang duduk di warung. Keduanya menjadi korban tabrakan bus maut hingga tewas bersama 18 penumpang bus.





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















2:55 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













2:54 PM | 0 komentar | Read More

Mahfud MD: Tim Politik Saya Ragukan Keseriusan Konvensi Demokrat






JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD membantah bahwa ia meragukan keseriusan kovensi calon presiden (capres) Partai Demokrat. Namun, ia mengakui, keraguan itu datang dari tim politiknya.

"Bukan saya yang mempertanyakan, tim politik saya mengatakannya," kata Mahfud, seusai menghadiri pengucapan sumpah jabatan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva, di Jakarta, Kamis (22/8/2013).

Mahfud mengungkapkan bahwa tim politiknya memberikan masukan kepadanya bahwa konvensi capres Demokrat kurang berwibawa dan hanya mencari juru kampanye.

"Ini (konvensi Demokrat) seperti tidak serius. Jadi tim politik saya tidak mengharapkan yang berkualitas," katanya.

Ia juga mengatakan, terus mengikuti perkembangan yang terjadi karena, menurut Mahfud, niatnya maju sebagai capres untuk memperbaiki negara.

"Saya ingin memperbaiki negara bukan mencari kekuasaan. Karena peluang untuk perbaiki negara harus diraih dengan cara yang kurang bagus," katanya.

Mahfud juga membantah mundur dari konvensi capres Demokrat. "Kenapa mundur, saya kan belum memutuskan untuk ikut atau tidak ikut," ujarnya.

Dia memastikan, akan maju sebagai capres dan tengah mendekati semua partai. "Konvensi salah satu di dalam, tapi saya tidak mundur, kan belum maju, gimana saya mundur," jelasnya.

Namun, Mahfud mengaku belum menerima undangan untuk mengikuti konvensi dari Partai Demokrat. Sejauh ini, Mahfud masuk dalam deretan nama yang disebut-sebut akan ikut dalam konvensi capres Demokrat.




Editor : Inggried Dwi Wedhaswary







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











2:43 PM | 0 komentar | Read More

Dikecam, Sikap Pemarah Li Na






BEIJING, Kompas.com — Petenis idola China, Li Na mendapat kritik tajam dari media negaranya karena dianggap bersikap tidak ramah terhadap media.

Li Na, 31, menjadi petenis pujaan negaranya setelah mampu menjadi juara turnamen Grand Slam Perancis Terbuka pada 2011. Namun, kebiasaan Li Na mengumbar emosi saat menghadapi kekalahan membuat dirinya menjadi sasaran kecaman.

Seperti saat ia menanggapi pertanyaan jurnalis Wang Zijiang dari kantor berita Xinhua seusai kekalahannya di babak kedua Perancis Terbuka serta perempat final Wimbledon. Saat itu, Zijiang bertanya apakah Li Na ingin menyampaikan pesan kepada para penggemar di China.

"Saya kalah dan itulah yang terjadi. Apakah karena itu saya harus berlutut dan kowtow (soja) kepada mereka? Harus meminta maaf kepada mereka?" kata Li Na saat diwawancara di Paris. Saat mengalami kekalahan di Wimbledon sebulan kemudian, Li Na juga menanggapi sinis pertanyaan serupa dari Zijiang. "Berani benar dia? Enggak malu ya?"

Gaya Li Na memang berbeda dengan atlet-atlet China lainnya yang selama ini berada dalam sistem pembinaan olahraga China yang tertutup. Para atlet China biasanya jarang berekspresi dan cenderung tertutup terhadap media.

Wang Zijinag, jurnalis yang berkedudukan di London, mengaku sempat kaget dengan reaksi Li Na. Menurutnya, posisi Li Na memang sangat penting buat media China sehingga sering kali media China hanya mengikuti keinginan bintang tenis tersebut.

"Banyak yang mengajukan pertanyaan hanya untuk menyenangkan dia. Ini yang membuat Li Na terkadang meremehkan media (China)," kata Wang. "Li Na terpengaruh dengan kondisi media ini. Ia sering bersikap kekanakan saat berhadapan dengan media."

Zhang Rongfeng, kolumnis olahraga Xinhua menyebut Li Na memiliki kepribadian labil. "Saat ia menang, sikapnya baik. Namun bila kalah, ia membawa sikap buruknya di lapangan ini saat bertemu dengan media."




Editor : Tjahjo Sasongko















2:28 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger